Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #TidakMudik, Jumat (10/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #TidakMudik, Jumat (10/4/2020). (Foto: BNPB)

MALANGTIMES - Persebaran Covid-19 di Indonesia secara akumulatif telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Artinya tidak terdapat provinsi yang bebas dari Covid-19.

Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah mengenai Covid-19 menjelaskan bahwa terjadi penambahan kasus positif Covid-19 yang tsrinfeksinya sekitar lima hingga enam hari yang lalu.

"Pada hari ini (10/4/2020) terdapat penambahan 219 kasus baru, artinya bahwa ini adalah diperkirakan terinfeksinya di lima, enam hari yang lalu sebanyak 219 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 3.512 kasus," jelasnya saat memberikan keterangan Konferensi Pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta, Jumat (10/4/2020) sekitar pukul 15.47 WIB.

Sebaran kasus positif Covid-19 per hari ini terjadi di 17 Provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta (47), Jawa Timur (33), Sulawesi Selatan (29), Banten (25), Sumatera Barat (13), Bali (12), Jawa Barat (12), Nusa Tenggara Barat (9), Sulawesi Tengah (9), Kalimantan Selatan (7), Sulawesi Utara (5), Lampung (5), Kalimantan Tengah (4), Sumatera Selatan (4), Kalimantan Timur (3), Sulawesi Barat (1) dan Gorontalo (1). 

Provinsi Gorontalo merupakan provinsi  dengan kasus pertama menyusul dengan kasus pertama dari Nusa Tenggara Timur pada hari kemarin yang masing-masing dengan satu kasus pasien positif Covid-19.

Untuk kasus pasien yang berhasil sembuh jumlahnya sama pada hari kemarin dengan 30 pasien yang berhasil sembuh.

"Ada 30 pasien yang sudah sembuh, sehingga totalnya menjadi 282 kasus," ujar Achmad Yurianto dengan menggunakan masker bermotif batik dengan warna hitam.

Sebaran kasus pasien yang berhasil sembuh terdapat di enam Provinsi di Indonesia yakni, Jawa Timur (13), Sumatera Utara (8), Sumatera Barat (6), Bali (1), Kalimantan Tengah (1) dan Sulawesi Selatan (1).

Sedangkan untuk kasus pasien yang meninggal akibat Covid-19 per hari ini jumlahnya menurun dibanding dengan hari kemarin.

"Kemudian ada 26 yang meninggal, sehingga totalnya menjadi 306 kasus," sebut Achmad Yurianto.

Sebaran kasus yang meninggal akibat Covid-19 terjadi di tujuh Provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta (12), Jawa Timur (5), Sumatera Barat (3), Sulawesi Selatan (3), Sulawesi Utara (1), Kalimantan Tengah (1) dan Banten (1).

Dari hasil data per hari ini, Achmad Yurianto juga telah mengatakan bahwa Pemerintah telah melakukan pemeriksaan Covid-19 kepada belasan ribu masyarakat.

"Sampai hari ini (10/4/2020) sudah lebih dari 19.500 orang yang kita periksa untuk pemeriksaan berbasis pada molekuler dengan menggunakan Real Time PCR (Polymerase Chain Reaction)," ucapnya.

Dalam laporan Pemerintah per hari ini, telah terbentuk Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang tersebar di 27 provinsi dan 160 kabupaten kota, yang tujuannya agar mempermudah koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mengenai perkembangan Covid-19 di masing-masing wilayah.

Untuk diketahui, mengenai masa inkubasi Covid-19 di dalam tubuh manusia jika mengacu secara ilmiah yakni yang terlama mencapai 14 hari. 

"Namun data yang kita miliki bahwa rata-rata inkubasi yang terjadi di negara kita adalah pada kisaran antara lima sampai enam hari. Artinya bahwa kasus positif yang kita dapatkan pada hari ini itu sebenarnya adalah kasus yang terinfeksi pada lima enam hari yang lalu," jelas Achmad Yurianto.

Dengan kondisi sekarang ini, Achmad Yurianto terus mewanti-wanti agar masyarakat mematuhi peraturan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah. Masyarakat juga harus memahami proses penularan Covid-19 dapat di hentikan dengan beberapa cara.

"Dengan menjaga jarak, menggunakan masker, tidak perlu keluar rumah jika memang tidak mendesak sama sekali, kurangi resiko-resiko terpapar dengan tidak melakukan perjalanan kemanapun, tetap tinggal di rumah. Ini adalah jawaban yang terbaik," tegas Achmad Yurianto. 

Achmad Yurianto juga menambahkan bahwa dengan upaya yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan konsisten akan mempercepat proses pandemi di tanah air kita supaya dapat pulih seperti sedia kala.