Ilustrasi ibadah haji (istimewa).
Ilustrasi ibadah haji (istimewa).

MALANGTIMES - Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Dr. H. Muhtar Hazawawi M Ag menyampaikan, ada enam pendamping haji di Kota Malang yang mengikuti pelatihan Integrasi Petugas Kloter Haji Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Saat ini, kondisi keenam petugas itu ia pastikan dalam kondisi sehat.

"Kami mengirimkan enam petugas, dan Alhamdulillah keenam petugas tersebut sampai saat ini dalam kondisi sehat semua," katanya, Kamis (9/4/2020).

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

Muhtar menjelaskan, keenam petugas tersebut mendapat pemantauan kesehatan secara ketat dari pihak Kemenag Kota Malang. Sejak pulang dari Surabaya, keenam petugas langsung melakukam cek kesehatan. Selain itu keenamnya juga diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Dia juga menyampaikan, setiap hari pihak Kemenag melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan kondisi kesehatan enam petugas tersebut. Selain itu sejak awal juga sudah melakukan kerja sama serta koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Malang.

"Kami sejak awal sudah koordinasi dengan Dinkes, dan enam petugas tersebut sudah dilakukan cek kesehatan," imbuhnya.

Muhtar menyampaikan, keenam petugas yang dalam kondisi sehat tersebut sudah melalui masa karantina lebih dari 14 hari. Karena keenamnya pulang dari Surabaya pada 18 Maret lalu. Meski begitu, sampai saat ini keenam petugas masih tetap dipantau kesehatannya dan diminta untuk melaksanakan karantina mandiri.

"Sekali lagi, Alhamdulillah keenam petugas kami dalam kondisi sehat semua," terangnya lagi.

Baca Juga : Ranking 5 Se-Jatim, Petugas Medis dan Dosen di Kabupaten Malang Ada yang Positif Covid-19

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pasien positif virus corona (Covid-19) dari klaster pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, terus bertambah. Belasan peserta dari pelatihan tersebut dinyatakan positif konfirmasi covid-19.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso menyampaikan, pola persebaran atau penularan covid-19 pada klaster tersebut bermula dari dua narasumber yang mengisi acara tersebut. Kemudian menjalar ke peserta yang terbagi dalam 10 kelas.

Sebagai informasi, pelatihan tersebut dihadiri sekitar 415 orang. Terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) sebanyak 166 orang dan 249 petugas kesehatan haji Indonesia (PKHI) dinas kesehatan, yang berasal dari kabupaten/kota di Jawa Timur, Bali hingga NTT.