Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #CuciTangan, Kamis (9/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia dengan mimbar konferensi bertuliskan #CuciTangan, Kamis (9/4/2020). (Foto: BNPB)

MALANGTIMES - Kasus Covid-19 menurut laporan Pemerintah terjadi peningkatan jumlah kasus dari mulai persebaran provinsinya, kasus positif, kasus sembuh dan meninggal dunia. 

Berdasarkan laporan Pemerintah, kasus persebaran Covid-19 bertambah satu provinsi yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kasus pertamanya. Dengan ini menambah daftar persebaran provinsi di Indonesia secara akumulatif menjadi 33 provinsi.

Menurut penuturan Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah mengenai penambahan kasus positif Covid-19 mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga tembus lebih dari 300 kasus positif Covid-19.

"Update data kasus yang kita catat sampai dengan hari ini (9/4/2020). Terdapat penambahan kasus baru sebanyak 337, sehingga jumlah menjadi 3.293 kasus," tuturnya saat Konferensi Pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta, Kamis (9/4/2020), sekitar pukul 15.45 WIB.

Mengenai sebaran provinsinya mencapai 14 provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta (236), Jawa Timur (27), Bali (14), Kepulauan Riau (13), Jawa Barat (11), Sulawesi Selatan (10), Banten (6), Nusa Tenggara Barat (6), Sulawesi Tenggara (5), Jawa Tengah (4), Bengkulu (2), Kepulauan Bangka Belitung (1), Sumatera Selatan (1) dan Nusa Tenggara Timur (1).

Provinsi DKI Jakarta mencatatkan pasien positif Covid-19 terbanyak lalu disusul oleh Provinsi Jawa Timur dan Bali di urutan ketiga. 

Achmad Yurianto juga menyebutkan bahwa hingga hari ini terdapat penambahan kasus pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 yang jumlahnya meningkat cukup signifikan dari pada hari kemarin.

"Terdapat 30 pasien yang sudah sembuh sehingga total menjadi 252 kasus," sebutnya dengan menggunakan masker batik bermotif parang cokelat. 

Sebaran kasus yang berhasil sembuh di 10 Provinsi di Indonesia, yakni Nangroe Aceh Darussalam (1), DKI Jakarta (12), Jawa Barat (2), Jawa Tengah (4), Jawa Timur (3), Kalimantan Timur (2), Nusa Tenggara Barat (2), Sulawesi Selatan (2), Lampung (1) dan Maluku Utara (1).

Sedangkan untuk kasus pasien yang meninggal dunia akibat penyakit Covid-19, jumlahnya juga bertambah cukup siginfikan. 

"Terdapat 40 kasus pasien yang meninggal dari konfirmasi Covid positif, sehingga menjadi 280 orang," ujar Achmad Yurianto yang melaporkan di mimbar konferensi pers dengan hashtag #CuciTangan.

Sebarannya di enam provinsi di Indonesia yakni di DKI Jakarta (28), Jawa Barat (5), Banten (2), Kalimantan Selatan (2), Sulawesi Selatan (2) dan Jawa Timur (1).

Perlu diketahui, hingga hari ini Pemerintah telah melakukan pemeriksaan di lebih dari 16.500 spesimen untuk pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dilaporkan oleh Achmad Yurianto.

"Sudah lebih dari 300 rumah sakit rujukan Covid-19 sudah ditentukan yang kemudian diawaki oleh 35.000 dokter dan 42.000 tempat tidur," paparnya.

Melihat jumlah kasus Covid-19 yang semuanya meningkat per hari ini (9/4/2020) merupakan kabar yang menyedihkan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dengan penambahan data persebaran dan jumlah kasus, dapat dilihat tingkat persebarannya masih masif dan terus berlangsung.

"Data yang kita himpun hari ini adalah menggambarkan kondisi masyarakat kita di seminggu yang lalu. Karena kita tahu, meskipun masa inkubasi terpanjangnya adalah 14 hari, namun rata-rata 5 - 6 hari yang lalu," ujar Achmad Yurianto.

Harapan Pemerintah dengan anjuran pemakaian masker untuk seluruh masyarakat yang hendak keluar dari rumah, dapat menekan jumlah persebaran dan angka kasus terkait Covid-19.

"Mudah-mudahan dengan kita menggunakan masker sejak seminggu ini kita bisa melihat hasilnya pada minggu depan. Apakah kepatuhan ini dijalankan dengan baik atau tidak," tandasnya.

Pemerintah terus mengingatkan secara tegas agar semua masyarakat dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir sebelum menyentuh wajah termasuk (mata, hidung, mulut), memakai masker kain untuk masyarakat umum, serta hindari kontak dekat dengan menjaga jaga jarak aman kurang lebih 1,5 meter hingga 2 meter antar perseorangan.