Bupati Malang Sanusi (tengah) imbau warga Kabupaten Malang tak mudik dan telah menjalankan check point di setiap perbatasan. (Ist)
Bupati Malang Sanusi (tengah) imbau warga Kabupaten Malang tak mudik dan telah menjalankan check point di setiap perbatasan. (Ist)

MALANGTIMES - Sebaran virus covid-19 di wilayah Kabupaten Malang terus menyebar. Kini, telah 7 wilayah kecamatan yang memiliki jejak positif covid-19. Yakni Dau (4), Karangploso (1), Ngajum (1), Lawang (1), Pakis (1), Pagelaran (1) dan Ngajum (1).

Dari jumlah itu, 4 dinyatakan sembuh, 1 meninggal dunia, sisanya dalam perawatan. Baik diisolasi di rumah dan dirawat di rumah sakit rujukan di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Bupati Malang Sanusi mengatakan bahwa para pasien positif di wilayahnya terjangkiti virus covid-19 dari luar daerah. Hal ini yang membuatnya mengeluarkan instruksi untuk melakukan pengetatan di berbagai perbatasan wilayahnya.

"Sudah kami instruksikan untuk lakukan check point di perbatasan wilayah Kabupaten Malang. Diterapkan hari ini kebijakan itu," ucapnya, Kamis (9/4/2020).

Lokasi check point telah ditentukan. Ada enam titik check point yang tersebar di perbatasan Kabupaten Malang. Yakni di pintu keluar tol Singosari dan tol Pakis, Jalan Raya Ampelgading yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang, Jalan Raya Sumberpucung yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar, Jalan Raya Lawang yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan, dan pelabuhan ikan  Sendang Biru.

Enam lokasi check point yang diberlakukan itu akan melibatkan seluruh elemen forkompinda. Setiap warga yang memasuki wilayah Kabupaten Malang akan dicek suhu tubuhnya.

"Sesuai protokol kesehatan, akan dicek setiap warga yang akan masuk ke wilayah kami. Bila ada temuan, kami sudah menyiapkan ruang isolasi sementara," ucap Sanusi.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Tak hanya itu. Sanusi juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perjalanan atau mudik Lebaran dalam kondisi pandemi virus covid-19. Terutama ke daerah-daerah merah covid-19 sebagai tujuan mudik. 

Bila ke masyarakat hanya berupa imbauan, maka Sanusi secara tegas melarang mudik seluruh aparatur sipil negara (ASN) melalui surat edaran (SE). Tapi, bila imbauan itu tak bisa dilakukan dan masyarakat tetap melakukan mudik dengan berbagai kondisi, Sanusi menyampaikan, pengetatan pintu keluar-masuk ke Kabupaten Malang akan semakin diperketat. "Kami pimpinan daerah sudah bersepakat terkait ini," tandasnya.