Bupati Malang Sanusi (tengah) menyiapkan upaya lain yakni mengundang pawang hujan se-kabupaten Malang untuk merekayasa hujan (dok MalangTimes)
Bupati Malang Sanusi (tengah) menyiapkan upaya lain yakni mengundang pawang hujan se-kabupaten Malang untuk merekayasa hujan (dok MalangTimes)

MALANGTIMES - Berbagai upaya meminimalkan sebaran penyakit Covid-19 di Kabupaten Malang terus digalakkan. Tak hanya melalui upaya medis, upaya non medis pun dilakukan. 

Selama ini, di wilayah tersebut juga sudah melaksanakan kebijakan social distancing dan phsysical distancing, serta lainnya.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Namun, upaya itu dinilai masih belum cukup. Bupati Malang Sanusi juga mencari alternatif lain yang dia nilai bisa membantu menekan angka penularan Covid-19. 

Sanusi meminta kalangan tertentu untuk melakukan rekayasa cuaca. Dia pun melibatkan pawang hujan se-Kabupaten Malang. 

Pelibatan pawang hujan dalam perang melawan virus penyebab Covid-19 ini, menurut Sanusi, sebagai ikhtiar lainnya. Selain istighotsah online, pengamalan berbagai doa, dan lainnya. 

"Kita sudah meminta ke pawang hujan di Kabupaten Malang agar merekayasa hujan," ucapnya. 

Pelibatan pawang hujan itu, lanjutnya, didasarkan pada para pendapat ahli yang menyampaikan, virus Covid-19 tak akan bertahan dan berkembang jika cuaca panas. 

"Ini menurut ahli, virus akan meleleh bila kena panas. Makanya, ahli pawang hujan akan diundang semua agar hujannya tidak turun," ujarnya. 

Upaya non medis itu, tentunya juga perlu diikuti dengan adanya seruan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Yakni, imbauan agar masyarakat juga membiasakan diri berjemur di bawah matahari, antara pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. 

"Seluruh upaya kita jalankan untuk menghentikan sebaran virus Covid-19. Tapi, kembali seperti yang disampaikan pusat, masyarakat tetap di rumah saja. Jangan keluyuran kalau tak ada kondisi mendesak sekali," ujarnya. 

Sebagai informasi, sebaran penyakit Covid-19 di Kabupaten Malang, per 8 April 2020 telah menginfeksi 10 orang secara komulatif. Dengan rincian meninggal 1 orang, sembuh 4 orang, 3 diisolasi di rumah dan 2 dirawat di rumah sakit.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Sebaran pasien positif berasal dari Kecamatan Dau (4), Karangploso (1), Ngajum (1), Lawang (1), Pakis (1), Pagelaran (1) dan Ngajum (1). 

Sedangkan jumlah orang dalam risiko (ODR) terus naik hingga 2.138 orang. ODP 176 dengan rincian dipantau (136), sembuh (31) dan dirawat (9) serta PDP sejumlah 61 dengan rincian dirawat (22), dirawat rumah (6) dan sehat (33).

Kondisi ini yang membuat Sanusi yang hingga saat ini bersikukuh tak akan mengajukan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Dia menegaskan, bila berbagai instruksi pemerintah tak diikuti masyarakat, maka dirinya bisa saja menerapkan kebijakan PSBB. 

"Melawan Covid-19 wajib bersama-sama seluruh masyarakat karena penularannya dari manusia ke manusia. Bila isolasi diri tak diikuti, dan sebaran memenuhi kriteria, tak ada pilihan lain selain menerapkan PSBB," tandasnya.