Prosesi pemakaman Pasien Dalam Pengawasan saat dikuburkan di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji meninggal dunia, Rabu (8/4/2020). (Foto: istimewa)
Prosesi pemakaman Pasien Dalam Pengawasan saat dikuburkan di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji meninggal dunia, Rabu (8/4/2020). (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid 19 asal Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji meninggal dunia, Rabu (8/4/2020). Sebelum meninggal, kondisi pasien stagnan dan tidak ada perkembangan sehingga dilanjutkan dengan pengambilan sample swab namun masih belum keluar. 

Jenazah satu orang PDP itu kini telah dikuburkan dan dilakukan secara mandiri oleh kerabatnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. 

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Sementara,  jenazah di dalam peti mati itu langsung dimasukkan ke dalam makam. 

Juru Biacara  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori mengatakan, pasien berstatus PDP sebelum meninggal, semula  diperiksa di Puskesmas Bumiaji terdapat keluhan badan bengkak, sesak nafas dan batuk minim dan tanpa demam serta punya riwayat penyakit DM. 

“Saat itu diagnosa sementara oleh pihak Puskesmas Gagal jantung Akut. Sesuai protap lalu pasien dirujuk ke RS Karsa Husada Kota Batu dan dilakukan tindakan foto rontgen dengan hasil gambaran pneumonia,” ucapnya.

Selanjutnya pasien dirawat di ruang isolasi  dan dilakukan rapid test dan hasilnya negatif. Selama di RSU Karsa Husada pasien ditangani oleh 3 dokter spesialis penyakit dalam, dokter jantung, dan dokter spesialis paru.

“Namun kondisi pasien stagnan dan tidak ada perkembangan sehingga dilanjutkan dengan pengambilan sample swab,” imbuh Chori.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

Namun kondisi pasien terus mengalami penurunanan dan mengalami gangguan pernafasan sehingga harus dibantu dengan ventilator. 

Kemudia pada Rabu, kondisi pasien tidak bisa dipertahankan dan meninggal dunia dengan status pasien PDP karena terjadi pemburukan keadaan paru yang masif.