(Dari kiri) Profesor bidang sosiologi agama UIN Malang Prof Dr H M. Zainuddin MA dan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Humas)
(Dari kiri) Profesor bidang sosiologi agama UIN Malang Prof Dr H M. Zainuddin MA dan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Jika dihubungkan dengan ajaran Islam, sesungguhnya covid-19 merupakan akibat suatu pelanggaran terhadap hukum Allah SWT. Yakni, manusia tidak memperhatikan kosmos dengan mencemari hak asasi binatang (HAB).

Hal ini disampaikan profesor bidang sosiologi agama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang Prof Dr H M. Zainuddin MA. "Padahal sudah jelas bahwa ada beberapa golongan binatang yang telah ditetapkan Islam untuk dilarang dimakan karena itu hukumnya haram," ujar wakil rektor bidang akademik UIN Malang tersebut.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Prof Zain, sapaan akrabnya, sempat menyampaikan hal ini saat diskusi sambil jemur bareng edisi ketujuh dengan tema "Integrasi Membangun Sains Islami, Covid-19 sebagai Case Study" beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, dari berita ter-update yang ia peroleh, dinyatakan bahwa covid-19 merupakan virus dari hewan liar, yakni kelelawar dan trenggiling, yang dikonsumsi  manusia. Akhirnya virus itu mampu menyerang manusia yang mengonsumsinya. Virus itu mudah sekali menular melalui kontak fisik dan situasi tak terduga.

"Apalagi di Wuhan, sebagai salah satu kota di China, tempat asal mula virus Corona. Di sana banyak sekali pasar yang menjual daging binatang liar untuk dikonsumsi," terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Prof Zain, problem covid-19 adalah masalah yang berhubungan antara manusia dengan kosmos. Sehingga ketika manusia tidak memperhatikan alam semesta, alam sekitar, termasuk hewan atau binatang yang tidak dilindungi dan malah justru dikonsumsi, maka yang muncullah wabah covid-19.

"Terasa ada nilai yang hilang. Yaitu pesan ajaran Islam agar alam itu harus dipelihara dan dijaga," tuturnya.

Oleh karena itu, Islam melarang mengonsumsi makanan-makanan tertentu yang tidak dianjurkan Allah SWT. Manusia juga diharuskan  memilih makanan yang halal dan juga baik bagi tubuh kita. "Makanlah makanan yang halal, bergizi, dan baik bagi kesehatan kita," imbuhnya.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Dalam menyikapi virus ini, Zain mengaitkannya dengan pernyataan salah satu tokoh Islam yang terkenal, yakni Ibnu Shina.

Orang yang menghadapi wabah covid-19 secara tenang dan tidak gundah berarti telah mendapatkan separuh obatnya. Lalu sabar adalah permulaan dari langkah penyembuhan. "Sabarlah kuncinya. Di samping itu berikhtiar dan juga tawakal hanya kepada Allah dengan istikamah," ajaknya.