Proses evakuasi jenasah yang meninggal saat menyambung pipa PDAM kota Malang (Foto : Istimewa)
Proses evakuasi jenasah yang meninggal saat menyambung pipa PDAM kota Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Polres Malang masih terus mendalami kasus meninggalnya salah seorang pekerja, yang terjadi saat mengerjakan proyek penyambungan pipa PDAM Kota Malang. Hingga saat ini, sudah ada beberapa saksi yang dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.

”Ada 4 saksi yang sudah kami mintai keterangan, 3 pekerja dan satu mandor,” kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat ditemui media online ini.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Menurut orang nomor satu di kepolisian Polres Malang ini, pemanggilan para saksi itu dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian yang menyebabkan salah seorang pekerja tersebut meninggal dunia.

”Saat ini kasusnya sedang kami tangani, kami sedang melihat apa ada unsur kelalaian terkait longsor itu atau murni karena kecelakaan kerja,” ucap Hendri.

Seperti yang sudah diberitakan, Jumat (3/4/2020) dua pekerja menjadi korban saat mengerjakan proyek pemasangan pipa Perumda Tugu Tirta Kota Malang, yang terdapat di Dusun Glagadowo, Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Dimana satu orang pekerja dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya kondisinya kritis usai tertimbun material galian tanah sedalam 2 meter.

Korban yang kondisinya sempat kritis tersebut diketahui bernama Lolok Wantoro warga Dusun Tamangilang, Desa Tamankuncaran, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Sesaat setelah kejadian, pria 42 tahun itu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sedangkan seorang pekerja lainnya, yakni Trijati Mulyono warga Dusun Krawan, Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sesaat setelah tertimbun material galian tanah.

Baca Juga : Pelaku Pencabulan di Jatimulyo Disebut Punya Kelainan Seks terhadap Anak

”Ini bukan kasus pembunuhan, jadi harus minta keterangan dari saksi ahli terkait standar pekerja itu seperti apa. Kemudian apa saja yang harus dipenuhi kriterianya (untuk memastikan kelalaian atau murni kecelakaan kerja),” sambung Kapolres Malang.

Menurut Hendri, pandangan dari saksi ahli ini bisa dijadikan acuan apakah meninggalnya pekerja tersebut karena kecelakaan kerja atau karena kelalaian. Jika terbukti adanya unsur kelalaian dari pihak PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor, maka Polres Malang memastikan akan memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

”Harus banyak panggil saksi ahli dulu, kita harus tahu kriteria keamanan itu gimana. Masih kita koordinasikan lagi (dengan saksi ahli), perkembangan selanjutnya akan segera kami kabari,” tutup Hendri.