Salah satu pengguna jalan yang hendak masuk ke Kecamatan Tirtoyudo saat melintasi portal penyemprot disinfektan
Salah satu pengguna jalan yang hendak masuk ke Kecamatan Tirtoyudo saat melintasi portal penyemprot disinfektan

MALANGTIMES - Berbagai upaya dilakukan pemerintah guna memutus penyebaran covid-19. Mulai dari penyemprotan disinfektan, pembuatan bilik sterilisasi dan beragam gagasan lainnya sudah mulai aktif dilakukan di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. 

Namun ada kreasi yang dilakukan warga di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Sejak 2 minggu lalu, para pengguna jalan yang hendak memasuki salah satu wilayah di Malang Selatan tersebut, bakal dihadang dengan portal khusus. Yakni portal yang dapat menyemprotkan cairan disinfektan selama 24 jam. 

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

”Portal ini merupakan sarana kami dalam rangka mencegah penyebaran covid-19. Jadi siapapun yang mau masuk ke Kecamatan Tirtoyudo, baik penduduk kita maupun pendatang akan disemprot cairan disinfektan,” kata Camat Tirtoyudo, R Ichwanul Muslimin, Senin (6/4/2020). 

Inovasi yang dipromotori oleh Kades (Kepala Desa) Ampelgading, Agus Supriyadi ini tidak hanya menyemprot kendaraan yang hendak memasuki wilayah Kecamatan Tirtoyudo saja. Namun, bagi semua masyarakat yang melintasi portal tersebut juga bakal diperiksa oleh tim medis.

 ”Pembawa virus tidak hanya manusia, tapi juga barang dan benda. Jadi untuk kendaraan yang mau melintas akan kita semprot disinfektan, sedangkan orangnya akan kami periksa kesehatannya,” ucap Camat Tirtoyudo. 

Sebagai informasi, personel yang dikerahkan dalam posko satgas pencegahan virus covid-19 ini melibatkan semua elemen mulai dari pemerintahan, polri, TNI, tenaga kesehatan dari puskesmas, perawat dan bidan, hingga relawan serta masyarakat setempat.

Sedangkan pemasangan portal penyemprot cairan disinfektan ini, sementara terpasang di dua titik yang dapat dijadikan akses keluar masuk ke Kecamatan Tirtoyudo. Untuk wilayah selatan, portal disinfektan dipasang di Desa Tirtoyudo. 

Sedangkan wilayah utara, diapasang di Desa Ampelgading. ”Kecamatan Tirtoyudo ini terdapat 13 Desa, dengan pemasangan dua portal tersebut mampu mengcover 10 desa. Rencananya akan kami tambah satu portal lagi, agar bisa mengcover seluruh wilayah di Kecamatan Tirtoyudo,” terang Ichwanul.

 Mekanismenya, setelah para warga dan pengunjung melintasi portal penyemprot disinfektan, maka akan diarahkan untuk masuk kedalam bilik pemeriksaan dari tim medis. Ada beberapa tahap pemantauan kesehatan yang dilakukan, salah satunya adalah pengecekan suhu tubuh seseorang dengan thermo gun. ”Kalau orang yang diperiksa menunjukkan gejala covid-19 akan segera kami lakukan penanganan. Jika warga kami akan kami pantau selama 14 hari, tapi kalau pendatang akan segera kami arahkan untuk berobat ke rumah sakit atau puskesmas setempat,” terang Camat Tirtoyudo. 

Bagi warga Kecamatan Tirtoyudo yang menjalani karantina di dalam rumah tersebut, lanjut Ichwanul, bakal dipantau oleh petugas medis selama 24 jam. Jika dalam pemantauan selama 14 hari gejala yang dialami warga Kecamatan Tirtoyudo tersebut semakin mengarah ke covid-19, maka akan diarahkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit. 

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

”Sudah ada tim khusus yang melakukan kunjungan ke rumah warga, mereka siaga selama 24 jam. Agar optimal dalam sehari akan kami bagi menjadi 3 shift, jadi yang piket akan bergantian melakukan penjagaan di portal serta pemantauan ke rumah warga,” kata Ichwanul. 

Berkat gagasan physical distancing tersebut, sejauh ini Ichwanul mengklaim tidak ada warganya yang positif mengidap covid-19. Untuk itu, ke depannya pihaknya bakal melakukan evaluasi untuk menambah kawasan physical distancing di wilayah pemerintahannya.

”Sejauh ini anggaran yang kami gunakan bersumber dari swadaya, namun jika memungkinkan maka anggaran dari Dana Desa juga akan kami alokasikan untuk membuat kawasan physical distancing,” ungkap Ichwanul. 

Menurutnya, penerapan dana desa untuk menanggulangi covid-19 ini sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Malang. ”Sesuai surat edaran, jika memang membutuhkan dana tambahan maka dana desa akan kami gunakan untuk menciptakan kawasan physical distancing,” sambung Ichwanul. 

Ketika ditanya berapa alokasi dana yang diperlukan untuk membangun portal penyemprot disinfektan, Ichwanul mengaku masih belum mengetahui secara rinci. Namun yang pasti anggaran yang diperlukan tidaklah sedikit. Pasalnya mulai dari konsumsi, bahan baku disinfektan, serta fasilitas kesehatan bagi petugas memang membutuhkan anggaran yang cukup tinggi. 

”Masih akan kami evaluasi bersama, berapa anggaran yang diperlukan. Jika memungkinkan maka pembuatan portal yang ketiga akan segera kami realisasikan,” tutup Ichwanul.