Bupati Lumajang mengecek dapur untuk karantina pemudik (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Bupati Lumajang mengecek dapur untuk karantina pemudik (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

MALANGTIMES - Keputusan Pemkab Lumajang untuk mengkarantina pemudik, yang memaksakan diri untuk masuk ke Lumajang saat menjelang lebaran, dipastikan tidak main-main.

Hari ini, Senin (6/4) Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, Wabup Ir. Indah Amperawati, Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar dan Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi meninjau kesiapan tempat karantina pemudik lebaran di Lumajang.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Dalam kesempatan ini Bupati dan Forkompimda Lumajang itu melihat dari dekat, tempat tidur, kamar mandi, tempat masak dan fasilitas lainnya yang diperlukan pemudik selama 14 hari berada di karantina.

"Selama sepekan terakhir ini kita sudah menghimbau kepada masyarakat yang berada diluar Lumajang untuk tidak mudik, tapi kalau memaksa mudik, kami berlakukan karantina. Dan sekarang persiapan karantina ini sedang kita lakukan," kata Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.

Tempat karantina yang disiapkan untuk Kabupaten Lumajang dipusatkan di SMPN 1 Lumajang, dan jika tidak cukup maka akan diperluas kepada SMAN 2, SMKN 1 dan SD di SUT Lumajang yang dibangun dalam satu kompleks.

Pada salah satu ruangan yang siapkan, tampak meja dan kursi yang biasanya digunakan untuk siswa belajar, dipinggirkan dan ditata sedemikian rupa sebagai pembatas dan ditempatkan alas sebagai tempat tidur berwarna hitam yang sedikit lebih tebal dari tikar.

Ditempat inilah nantinya para pemudik yang nekat mudik atau berkunjung ke Lumajang akan dikarantina selama 14 hari, dihitung sejak mereka masuk ke Lumajang.

Selama berada di karantina, Pemkab Lumajang akan menanggung biaya hidup berupa makan, mulai dari beras, sayur, mie instan, telur, termasuk sejumlah peralatan dapur yang bisa digunakan untuk memasak.

Jika dibandingkan dirumah, tempat karantina ini memang jauh kurang nyaman, namun hal itu akan tetap diberlakukan, jika ada pemudik yang masuk ke Lumajang.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Secara teknis Polres Lumajang akan menempatkan cek point diseluruh perbatasan di Lumajang guna melakukan pemeriksaan kepada pemudik.

Tempat pemeriksaan ini kabarnya akan ditempatkan Pronojiwo, Ranu Pani, Jatiroto, perbatasan dengan Sumberbaru, dan Yosowilangun serta terminal Minak Koncar Wonorejo.

Bupati Lumajang mengakui, pada awalnya selama karantina para pemudik harus menanggung sendiri biaya hidup selama di karantina. Namun dalam hasil rapat terakhir, diputusakan untuk dibiayai pemerintah.

"Dari hasil evaluasi dan masukan dari masyarakat, akhirnya kita putuskan, selama karantina biaya untuk kebutuhan makan akan ditanggung oleh pemerintah," jelas Bupati Lumajang.