Aparat kepolisian Polsek Pakisaji, anggota PMI dan beberapa warga setempat melakukan evakuasi terhadap mayat bayi laki-laki  (Foto: Polsek Pakisaji for MalangTIMES)
Aparat kepolisian Polsek Pakisaji, anggota PMI dan beberapa warga setempat melakukan evakuasi terhadap mayat bayi laki-laki (Foto: Polsek Pakisaji for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Akhir pekan di awal Bulan April 2020, warga Dusun Binangun, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan mayat seorang bayi laki-laki di aliran Sungai Metro.

Kapolsek Pakisaji AKP Triwik Winarni menjelaskan bahwa penemuan mayat bayi laki-laki tersebut terjadi pada hari Minggu (5/4/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. 

"Bayi laki-laki tersebut ditemukan dengan keadaan tengkurap di atas batu di aliran Sungai Metro dengan kondisi kepala hancur, serta kondisi badan yang masih lengkap," jelasnya kepada pewarta, Minggu (5/4/2020), sekitar pukul 14.50 WIB. 

Triwik menuturkan kronologi awal penemuan mayat bayi laki-laki tersebut yang ditemukan oleh segerombolan anak-anak kecil yang sedang memancing di pinggir sungai.

"Ditemukan oleh anak-anak kecil warga Desa Jatisari, Pakisaji yang sedang memancing di Sungai Metro. Kemudian mencium bau menyengat dan dilihat ternyata ada mayat bayi yang tengkurap di atas batu," paparnya. 

Triwik menambahkan bahwa anak-anak yang menemukan mayat bayi tersebut langsung pergi dan melapor ke perangkat Desa Jatisari, dilanjutkan dengan memberitahu perangkat Desa Genengan dan bersama-sama meninjau lokasi dengan menghubungi aparat kepolisian Pakisaji. 

Triwik menuturkan bahwa dugaan sementara, bayi tersebut terseret aliran Sungai Metro dan akhirnya tersangkut di bebatuan.

"Terseret arus sungai. Diperkirakan bayi laki-laki tersebut telah meninggal tiga hari yang lalu," tuturnya. 

Dengan kondisi kepala yang telah hancur, badan yang masih utuh tetapi mengalami pengembangan dugaan sementara akibat terseret arus aliran Sungai Metro dan pada akhirnya tersangkut di bebatuan beberapa hari, membuat mayat bayi laki-laki tersebut mengeluarkan bau menyengat. 

Garis polisi berwarna kuning dipasang di sekitar Sungai Metro untuk mempermudah pihak aparat dan tenaga medis untuk melakukan evakuasi terhadap mayat bayi laki-laki tersebut. 

Beberapa aparat Polsek Pakisaji, anggota PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, serta perangkat Desa Genengan dan perangkat Desa Jatisari, Pakisaji, Kabupaten Malang turut serta membantu mengevakuasi mayat bayi laki-laki tersebut. 

Untuk pendalaman lebih lanjut mengenai kasus penemuan mayat bayi laki-laki tersebut, pihak Polsek Pakisaji menyerahkan ke pihak Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Kota Malang untuk dilakukan Visum Et Repertum.