Bupati Malang Sanusi menegaskan tak ada kebijakan pemotongan gaji ASN untuk penanganan virus covid-19 (Humas Pemkab Malang)
Bupati Malang Sanusi menegaskan tak ada kebijakan pemotongan gaji ASN untuk penanganan virus covid-19 (Humas Pemkab Malang)

MALANGTIMES - Rencana kebijakan pemotongan gaji aparat sipil negara (ASN) untuk melawan virus covid-19, menjadi polemik di berbagai daerah.

Walau dimaksudkan untuk kebaikan dalam bersama-sama melawan virus Covid-19, kebijakan pemotongan gaji ASN malah menjadi ramai di kalangan para pelayanan masyarakat itu.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Seperti diketahui, per Sabtu (4/4/2020) kemarin, menurut Datawrapper penyakit Covid-19 telah menginfeksi sebanyak 2.092, meninggal dunia 191 dan sembuh 150 orang.

Kondisi itu pula yang membuat Bupati Malang Sanusi, secara tegas tak akan mengeluarkan kebijakan itu pada para ASN di Kabupaten Malang.

"Tak ada kebijakan potongan gaji ASN untuk penanganan Covid-19. Tapi bila ASN mau menyumbangkan penghasilannya, silahkan," katanya. 

Dia  juga menyebut gaji pokoknya sebagai Bupati telah direlakan untuk penanganan Covid-19.

Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini juga menyebut, untuk gaji pokoknya yang sekitar Rp 6,2 juta per bulan, akan dirinya berikan hingga pandemi Covid-19 selesai.

"Ini bentuk kepedulian. Saya berharap juga bila ASN mau menyumbangkan secara sukarela, silahkan. Tapi, sekali lagi tak ada kebijakan pemotongan gaji untuk itu," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam penanganan virus Covid-19 pemerintah pusat maupun daerah benar-benar membutuhkan anggaran besar dalam penanganannya. Pemerintah pusat, misalnya telah mengumumkan penambahan anggaran penanganan virus Covid-19 sebesar Rp 405,1 triliun.

Sedangkan untuk Kabupaten Malang, telah dialokasikan anggaran Rp 28 miliar untuk penanganan virus Covid-19 dari APBD. Rinciannya, Rp 7 miliar untuk APD, obat-obatan dan sebagainya. Sisanya, Rp 21 miliar untuk kebutuhan sembako selama tiga bulan ke depan.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Tentunya, dengan belum adanya kepastian virus ini dinyatakan berhenti menyerang manusia. Maka anggaran pemerintah itu, akan juga dimungkinkan terus meningkat.

Mengantisipasi itu pula, maka Sanusi mengajak kepada seluruh ASN serta elemen masyarakat yang secara ekonominya kuat, untuk bersama dan bergerak. 

Melalui sumbangan sukarela yang dananya bisa dialokasikan ke berbagai tindakan dalam penanganan dan pencegahan virus Covid-19 dan dampaknya ke masyarakat.

"Beberapa elemen telah bergerak untuk itu. Maka semakin banyak akan semakin baik. Kita tak bisa hanya mengandalkan keuangan daerah yang juga beberapa kegiatannya telah digeser," tandasnya.