Polisi saat melakukan identifikasi pada jenasah Suliani yang ditemukan tewas mengenaskan di lahan perkebunan di Kecamatan Dampit (Foto : Istimewa)
Polisi saat melakukan identifikasi pada jenasah Suliani yang ditemukan tewas mengenaskan di lahan perkebunan di Kecamatan Dampit (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Petugas kepolisian dari Polres Malang dan Polsek Dampit masih mendalami kasus penemuan mayat berjenis kelamin perempuan, yang ditemukan di kebun sengon dan tebu yang terletak di kawasan Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jumat (3/4/2020) pagi.

Bahkan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar terjun langsung ke lokasi kejadian, guna melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). ”Awalnya kita tidak mengetahui identitas dari yang bersangkutan (korban). Tapi setelah kita lakukan lidik secara singkat di sekitar wilayah kejadian, dan kemudian memanfaatkan media facebook. Akhirnya ada pihak warga yang mengklaim jika korban tersebut, adalah anggota keluarganya,” jelas Hendri.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Belakangan diketahui, warga yang mengklaim korban adalah keluarganya tersebut merupakan adik dari korban yang ditemukan meninggal mengenaskan. ”Kalau saya tidak salah identitas korban bernama Suliani, dan sekarang sedang penyidikan lebih lanjut,” terang Hendri.

Seperti yang sudah diberitakan, jenazah salah satu warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang itu, ditemukan terkapar bersimbah darah di sebuah perkebunan yang berjarak sekitar 4 kilometer dari kediaman korban.

Di mana saat pertama kali ditemukan oleh saksi, jasad wanita 40 tahun itu mengalami luka parah terutama di bagian kepalanya. ”Dari korban ini sudah kita temukan tanda-tanda kekerasan, seperti ada luka di sininya (belakang telinga). Selain itu juga ada bekas jeratan di leher korban. Kemudian ada benjolan sedikit (di bagian wajah),” ungkap Hendri sembari menunjuk beberapa bagian tubuhnya saat menjelaskan luka yang ditemukan di jasad korban.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan polisi, lanjut Hendri, diduga kuat korban meninggal karena dibunuh. Pasalnya, selain adanya dugaan korban melakukan perlawanan saat hendak dibunuh. Penyidik juga menduga jika luka di belakang telingga korban yang memiliki panjang sekitar 5 sentimeter tersebut, merupakan luka bekas hantaman senjata tajam.

”Sekarang kami menurunkan tim dari Polres Malang dan Polsek Dampit, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku yang diduga melakukan pembunuhan ini,” tegas Hendri.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid 19, Pelaku Curnamor Makin Liar, Sehari Dua Motor Digasak

Apakah pelaku merupakan orang dekat korban?, anggota polisi yang pernah menjabat sebagai Kasubbagbungkol Spripim Polri ini belum berani memberikan kesimpulan. ”Belum bisa prediksi, tapi yang jelas kami sedang mendalami alibi dari beberapa orang yang ada pada saat-saat terakhir bersama korban,” ungkapnya.

Selain memburu informasi siapa saja orang yang sempat berinteraksi dengan wanita 40 tahun itu. Penyidik dari kepolisian juga sedang mengorek keterangan dari warga setempat, yang tinggal di sekitar lokasi penemuan mayat.

Hasilnya, ada beberapa orang yang dijadikan saksi. Para saksi itu brasal dari anggota keluarga korban, dan warga setempat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, dari hasil olah TKP polisi juga menemukan kerudung yang diduga kuat milik korban pembunuhan. ”Kami usahakan kasusnya segera terungkap,” ujar Hendri saat ditemui awak media, Jumat (3/4/2020) sore.