Ilustrasi rapid test. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi rapid test. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Upaya menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19 dengan melakukan rapid test (tes cepat) di beberapa wilayah tengah dilakukan.

Kota Malang menjadi salah satu yang ikut andil dalam pelaksanaan tes tersebut. 

Setidaknya, ada 420 alat rapid test yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dari Provinsi Jawa Timur.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, rapid test di Kota Malang diprioritaskan untuk beberapa golongan. 

Baca Juga : Kota Batu Siapkan 3 Shelter Isolasi Covid-19, Anggarannya Rp 1,3 Miliar

Yakni, tenaga kesehatan, petugas pelacak atau tracing, dan orang dengan resiko (ODR).

Bantuan dari Provinsi Jawa Timur tersebut dikatakannya sudah dilakukan untuk petugas medis di layanan kesehatan (Yankes) di Kota Malang.

"Rapid test kan sudah, langsung. Jadi orang yang pantas kena atau enggak (golongan prioritas) dilakukan rapid test itu. Itu (bantuan dari provinsi) dilakukan untuk puskesmas-puskesmas dulu," jelasnya, Jumat (3/4).

Jumlah tersebut memang diakui masih cukup terbatas. 

Karenanya, untuk ke depannya masih akan dilakukan kajian apakah akan dilakukan penambahan alat secara mandiri untuk melakukan tes cepat Covid-19 di Kota Malang.

"Kita sementara masih bantuan dari provinsi itu, kita belum tahu nanti mengadakan secara mandiri atau tidak. Ini kan alat untuk mengukur orang ini imunnya gimana, yang ngerti SOP-nya dari paramedis langsung ya," imbuhnya. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, melalui rapid test tersebut nantinya reaksi dari kekebalan tubuh seseorang akan terlihat. 

Apakah ditemukan bakteri, atau tidak. Namun, belum menentukan bakteri yang terkandung merupakan pembawa virus Corona atau Covid-19.

"Jadi, itu kan di lakukan rapid test selama 15 menit atau 12 menit, darah yang diambil nanti langsung diketahui. Bagaimana orang ini imunnya, ketika tidak ada pergerakan berarti tidak ada virus," tandasnya.