Petugas saat mengevakuasi jenasah di Kecamatan Sumberpucung yang ditemukan meninggal dunia didepan rumahnya (Foto : Polsek Sumberpucung for MalangTIMES)
Petugas saat mengevakuasi jenasah di Kecamatan Sumberpucung yang ditemukan meninggal dunia didepan rumahnya (Foto : Polsek Sumberpucung for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pendemi virus corona sepertinya sudah menggerogoti jiwa sosial di kalangan masyarakat. Indikasi sekecil apapun yang berkaitan dengan virus corona langsung dianggap sebagai aib. Termasuk saat menemukan adanya warga yang mengeluh sakit atau bahkan meninggal dunia secara mendadak.

Seperti kejadian yang baru saja terjadi di Desa/Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (2/4/2020) pagi. Tepatnya sekitar pukul 08.20 WIB masyarakat setempat dibuat heboh dengan kasus salah satu warga yang ditemukan meninggal dunia didepan teras rumahnya.

Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party

”Kejadiannya (penemuan mayat) sudah tadi pagi, tapi masyarakat tidak mau mendekat karena (takut) virus korona. Katanya orang, (korban) jual rawon,” ungkap salah satu anggota Koramil Sumberpucung, Serma Hadis Sholehin yang memantau kejadian penemuan mayat tersebut.

Diperoleh informasi, pria yang ditemukan meninggal dunia diteras rumahnya tersebut bernama Andri Hendrawan. Dari keterangan para tetangga, sehari sebelum ditemukan tak bernyawa korban memang sempat mengeluhkan sakit.

Sore itu juga (Rabu 1/4/2020), korban yang sempat berkumpul bersama rekannya meminta untuk diantarkan pulang ke rumahnya.

Setibanya di tempat tingalnya, korban memilih untuk tiduran diatas kursi yang berada di teras rumahnya. Keesokan harinya (Kamis 2/4/2020), para tetangga masih melihat korban tertidur ditempat semula. Yakni diatas kursi yang terletak diteras rumahnya.

Semula warga sempat mengira jika korban masih tertidur. Namun dugaan tersebut seketika sirna saat waktu menjelang siang. Pasalnya meski hampir seharian didepan rumah, korban tidak nampak beranjak dari posisi semula.

Merasa ada yang janggal, salah satu warga akhirnya berinisiatif untuk membangunkannya. Namun, saat didekati ternyata korban sudah tak bernyawa dengan kondisi hidung mengeluarkan darah.

Warga yang khawatir jika korban meninggal karena virus corona, memilih untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. 

Tidak lama kemudian, anggota Polsek Sumberpucung dan PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang diterjunkan ke lokasi kejadian.

Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus

Menjelang siang, jenasah korban dibawa ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang) dengan mengendarai mobil ambulan. 

”Untuk kejelasan belum ada, masih di otopsi di RSSA Malang. Penyebab dan lain-lainnya masih belum tahu, masih dalam pendalaman,” kata Kasi Humas Polsek Sumberpucung, Bripka Sutono.

Apakah benar korban meninggal karena positif covid-19?, anggota polisi yang akrab disapa Tono ini lagi-lagi belum berani membeikan statment lebih. Dia berdalih, untuk mengungkap apakah benar korban meninggal karena corona masih dalam tahap penyidikan petugas kepolisian. 

”Nunggu hasil pemeriksaan medis,” pungkasnya.