Foto ilustrasi. (istimewa)
Foto ilustrasi. (istimewa)

MALANGTIMES - Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rhesa Haryo Wicaksono yang berhasil sembuh dari Corona sempat mengalami demam selama 2 minggu lamanya. 

Resha mengira, itu adalah demam biasa.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

"Saya kira demam biasa. Akhirnya saya kasih Paracetamol. Ternyata panasnya nggak turun-turun sampai 2 minggu," ucapnya kepada media ini saat dihubungi melalui telepon.

Setelahnya, muncul radang dan baru ia ke dokter. Dugaan awal adalah ia terkena malaria atau tipes. Akan tetapi, setelah dicek ternyata hasilnya negatif.

"Akhirnya cuma dikasih obat antibiotik sama paracetamol yang lebih kuat. Cuma nggak turun-turun juga (demamnya)," ungkap mahasiswa Jurusan Teknik Industri tersebut.

Setelah Resha ke dokter lagi dan direkomendasikan untuk melakukan rontgen, hasil rontgen menunjukkan ada flek pada paru-paru. Barulah ia opname.

Opname hari kedua Resha mulai memakai masker oksigen. Dan pada hari ketiga, diberitahu bahwa pada hasil rontgen, flek sudah memenuhi keseluruhan paru-parunya. Akhirnya, ia dilarikan ke ICU.

"Pertama di rumah sakit Panti Nirmala. Masuk ICU sehari, habis itu baru dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar," imbuhnya.

Semalaman di Rumah Sakit Saiful Anwar, esok paginya ia dipindah ke ruang isolasi. Namun, pada saat itu Resha belum mengetahui kalau ia positif Corona.

"Tahunya antara infeksi paru-paru sama Pneumonia," kata dia.

Resha memang sempat berpikir bahwa ia terjangkit Corona. Hanya saja, pihak rumah sakit tidak memberitahunya. Bahkan, ibunya juga tidak memberitahunya. Yang ada di pikiran Resha, ia pasti akan sembuh.

Selama 15 hari Resha dirawat di rumah sakit, 11 harinya ia berada di ruang isolasi. Resha tak menampik bahwa ia merasa kesepian pada saat diisolasi.

"Soalnya kan keluarga nggak boleh jenguk. Cuma untungnya HP masih boleh masuk. Jadi lumayan, masih bisa komunikasi. Sama dari tim perawat dan tim dokter masih ngajak ngobrol juga," ungkapnya.

Resha memang tidak lagi merasakan demam tinggi pada saat opname. Namun, dadanya terasa sesak pada saat ia mencoba berjalan.

"Pas di ruang isolasi karena masih pakai kateter nggak bisa berdiri akhirnya nggak kerasa apa-apa. Cuma pas kateter dilepas dan nyoba jalan, memang ngos-ngosan," terang dia.

Resha baru diberitahu bahwa ia positif Corona saat ia sudah berada di rumah dan sudah sembuh. Dokter memintanya untuk melakukan isolasi mandiri selama 2 minggu.

Baca Juga : Update Hari Ini: Total Positif 4.557, Sembuh 380, Meninggal Dunia 399

Hari ini (Kamis, 2/4/2020) adalah hari kesebelas ia isolasi mandiri. Meski di rumah saja, Resha mengaku keadaannya kini baik dan bisa beraktivitas normal. Bahkan, sebelum ditelepon media ini, Resha sempat konsultasi skripsi secara online dengan dosennya.

Mahasiswa semester 8 ini tidak tahu persis bagaimana ia bisa terpapar virus Corona. Namun, seminggu sebelum ia merasa tidak enak badan, ia sempat jalan-jalan ke Surabaya.

"Ke Surabaya itu ke TP (Tunjungan Plaza mall) dan Galaxy (mall). Kan pusat keramaian," ungkapnya.

Kepada orang-orang yang kini positif Corona, Resha memberi saran untuk terus positif thinking. Mindset sembuh merupakan salah satu modal utama Resha berhasil mengalahkan virus.

"Kalau misalnya memang belum tahu penyakitnya apa, lebih baik enggak usah dikasih tahu biar dia tenang. Tapi kalau memang sudah telanjur tahu, pas di ruang isolasi ya pikirannya jangan mikir dijauhin masyarakat atau tetangga. Lebih baik mikirnya cepat sembuh aja," bebernya.

"Pesannya lagi makan yang banyak," imbuhnya.

Sementara bagi masyarakat yang kini resah lantaran pandemi ini, Resha menyarankan untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Seperti melakukan physical distancing hingga menjaga daya tahan tubuh.

"Kalau misalnya takut terjangkit paling gampang sebenarnya ikuti anjuran pemerintah. Jadi tetap social distancing, jangan nongkrong dulu, insya Allah enggak kena," tuturnya.

"Tapi kalau misalnya memang dituntut harus keluar (rumah) karena pekerjaan ya nggak papa. Cuma tetap diperhatikan protokol kesehatannya kayak gimana," pungkasnya.

Resha dinyatakan sembuh total dari Corona. Pasien yang dirawat di RSSA Malang itu diperbolehkan pulang pada Sabtu (21/3/2020) lalu.