Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Alat Pelindung Diri (APD) yang diperuntukkan tenaga medis dalam menangani pasien covid-19 menjadi kebutuhan paling penting saat ini. Tapi sayangnya, jumlah APD di beberapa daerah di Indonesia terus berkurang.

Tanpa kecuali Kota Malang. Saat ini jumlah APD yang digunakan para tenaga medis semakin langka. 

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Hal itu disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji yang menyebut jika APD di beberapa rumah sakit saat ini kian menipis. 

Padahal, ada pasien dalam pengawasan (PDP) yang setiap hari harus mendapatkan penanganan.

"APD sekarang semakin menipis dan sulit didapatkan, informasi tersebut saya dapatkan dari pimpinan salah satu rumah sakit saat kami melakukan video conference," katanya.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menambahkan, Pemerintah Kota Malang sudah menyiapkan anggaran untuk pemenuhan kebutuhan APD. 

Proses tendernya pun berlangsung lebih cepat lantaran kondisi yang mendesak. Di mana sudah ada rekanan yang ditunjuk untuk memenuhi kebutuhan APD tersebut.

"Ada penunjukan, dan itu sudah diinformasikan juga oleh provinsi rekanan yang ditunjuk," tambah Wasto.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni menyampaikan, APD yang dibutuhkan saat ini ada berbagai jenis. Diantaranya adalah baju, masker, hingga kacamata. Namun seluruh kebutuhan tersebut saat ini belum terpenuhi 100 persen.

Perempuan berhijab itu menyampaikan, baru sebagian APD yang sudah jadi dan dikirimkan ke beberapa puskesmas di Kota Malang, yaitu APD jenis baju. Sedangkan APD lain seperti masker dan kacamatan saat ini masih proses pemesanan.

Baca Juga : Ranking 5 Se-Jatim, Petugas Medis dan Dosen di Kabupaten Malang Ada yang Positif Covid-19

"APD baju juga belum semua dikirimkan ke puskesmas. Karena ada yang masih proses pemesanan. Dalam waktu dekat kami targetkan seluruh APD sudah bisa dikirimkan ke puskesmas dan rumah sakit," imbuhnya.

Dengan kondisi ini, sebelumya Wali Kota Malang Sutiaji berpesan agar masyarakat turut membantu kinerja para tenaga medis. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu juga tetap berdiam diri di rumah dengan melaksanakan social distancing dan phyisical distancing. Karena kasus di Kota Malang yang dikonfirmasi positif baru-baru ini merupakan pasien tanpa gejala.

Di mana pasien sebelumnya dalam kondisi sehat tanpa ada gejala seperti batuk, demam, ataupun sesak napas. Namun yang bersamgkutan memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif. Sehingga saat dilakukan swab pasien yang bersnagkutan dinyatakan positif.

"Mari kita bantu tenaga medis kita dengan cara patuhi protokol kesehatan, lakukan social distancing dan phyisical distancing," terang Sutiaji.