Suasana rapat koordinasi bersama tiga pimpinan daerah Malang Raya di Pendapa Pringgitan Pemkab Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Suasana rapat koordinasi bersama tiga pimpinan daerah Malang Raya di Pendapa Pringgitan Pemkab Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Tradisi mudik tahunan jelang perayaan hari raya Idul Fitri sudah hal biasa yang dilakukan masyarakat Indonesia. Tapi, tahun ini agaknya niat itu sementara harus diurungkan. 

Hal itu menyusul langkah pencegahan penyebaran penularan virus Corona atau Covid-19. Masyarakat tanah air diminta untuk tak mudik dulu. 

" Pemerintah daerah Malang Raya bahkan dalam waktu dekat ini bakal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salah satu yang disoroti adalah keberadaan pemudik. 

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Warga yang masih nekat untuk mudik ke Kota Malang harus menjalani karantina selama 14 hari. Hal ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. 

"Tentu itu tidak nyaman, tapi kondisi kedaruratan, harus kita pertimbangkan untuk kami (Malang Raya) lakukan. Karenanya, pesan saya, seyogyanya kepada warga kota Malang dan Malang Raya sampaikan kepada keluarganya masing masing untuk kali ini tidak usah mudik dulu," ujar Wali Kota Malang Sutiaji. 

Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi Forkopimda Malang Raya yang membahas PSBB di Pendapa Pringgitan Pemkab Malang belum lama ini. Artinya, saat PSBB diberlakukan di Malang Raya, baik pendatang, termasuk pemudik, begitu sampai di Malang (Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang), tidak akan dapat langsung bertemu keluarga. 

Pemberlakuan PSBB saat ini tengah dilakukan kajian bersama 3 pemerintah daerah di Malang Raya. Untuk selanjutnya diajukan ke Gubernur Jawa Timur sebagaiman diatur dalam PP nomor 21 tahun 2020. 

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

Namun, untuk pembatasan akses ini nantinya tidak akan diberlakukan bagi masyarakat di Malang Raya. "Jadi warga Kota Malang masih bisa bergerak ke kabupaten maupun ke Kota Batu, demikian pula sebaliknya," imbuhnya. 

Lebih lanjut, politisi demokrat ini menyampaikan seiring dengan masih bertambahnya kasus Covid-19 di Kota Malang, pihaknya bakal menyiapkan rumah isolasi. Rumah ini diperuntukkan bagi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang telah dinyatakan sembuh tapi belum bisa langsung kembali ke rumah. 

"Ini semacam transisi sebelum sepenuhnya pulang. Nanti akan dirumuskan teknisnya oleh tim Satgas Gugus Covid-19 Kota Malang," tandasnya.