Dia Jaksa Kejari Kota Malang, Kasi Pidsus, Ujang Supriyadi (kiri) dan Jaksa, Bobby saat melakukan persidangan online (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Dia Jaksa Kejari Kota Malang, Kasi Pidsus, Ujang Supriyadi (kiri) dan Jaksa, Bobby saat melakukan persidangan online (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada yang berbeda di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, hari ini. Dua Jaksa dari Seksi Pidana Khusus, nampak mengenakan toga yang biasanya digunakan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Dua Jaksa tersebut sengaja mengenakan toga hitam persidangan, berada di depan sebuah monitor dan malah bukan berada di hadapan Hakim. Mereka berada di sebuah ruangan khusus yang ada di Kantor Kejari Kota Malang lantaran memang tengah melakukan persidangan kasus Tipikor.

Baca Juga : Usai Bebas Ikut Asimilasi, Residivis Curanmor di Kota Malang Kembali Kambuh

Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujang Supriadi menjelaskan jika memang benar pihaknya hari ini (1/4/2020) memang melakukan sidang di Kantor Kejari Kota Malang. Sidang berjalan online berdasar atas instruksi Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait upaya pencegahan wabah Covid 19, serta adanya instruksi pemerintah tentang social distancing.

"Ini pertama kalinya melakukan persidangan Tipikor secara online. Kami Kejari Kota Malang bekerja sama dengan PN Tipikor  di Surabaya serta Lapas Kelas 1 Malang melakukan sidang online," jelasnya.

Lanjutnya, dijelaskan Kasi Pidsus, jika Hakim dan kuasa hukum terdakwa ada di PN Surabaya, para Jaksa ada di Kejari Kota Malang dan terdakwa ada di Lapas. Sidang yang dilakukan kali ini berkaitan kasus penjualan aset Pemkot.

"Sedikit agak kesulitan dalam hal IT, audionya kadang agak kurang tertangkap, tapi secara keseluruhan bagus, video jelas," jelasnya.

Baca Juga : Kejari Malang Terima Gugatan Online Kasus WP Hotel Penunggak Pajak

Dalam persidangan tersebut, menggunakan server khusus yang disediakan PN Tipikor Surabaya. Sehingga sidang tetap berjalan dengan lancar sesuai aturan main yang diterapkan oleh PN Tipikor dan hanya bisa masuk ketika diundang oleh PN Tipikor.

"Servernya atau Id-nya sana (PN Tipikor) yang buat, jadi kami hanya tamu yang kemudian diundang untuk masuk dalam server PN Tipikor. Ketika dibutuhkan kami diundang, maka bisa tersambung. Saat giliran kami sidang, yang lain di-mute, sehingga hanya bisa melihat gambarnya namun tidak ada suaranya. Setelah sidang selesai, sambungan kami dicut oleh PN Tipikor. Kalau kita coba masuk sendiri gak bisa tanpa persetujuan dari sana (PN Tipikor)," pungkasnya.