Agung Hartadi, pasien positif corona saat umroh beberapa waktu lalu / foto : Koleksi Pribadi / Tulungagung TIMES
Agung Hartadi, pasien positif corona saat umroh beberapa waktu lalu / foto : Koleksi Pribadi / Tulungagung TIMES

MALANGTIMES - Pasien positif coronya yang sudah sembuh, Agung Hartadi (30), asal Tulungagung berbagi cerita kepada publik. Agung yang beralamat  di Desa Gandong Kecamatan Bandung itu dengan terbuka memberikan informasi terntang dirinya yang sampai saat ini masih menjalani aktivitas karantina mandiri di rumahnya di Kelurahan Jepun.

"Penyakit Corona menurut saya memang ada, saya merasakan terpapar. Rasanya memang tidak nyaman. Namun meski penyakit itu ada namun tidak perlu ditakuti banget," kata Agung, Selasa (31/03) siang.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Lanjut Agung, jika dibandingkan dengan penyakit influenza pengalaman yang dirasakan adalah mirip. Bedanya, jika flu hanya mengalami demam, dirinya mengalami demam yang keliwat tinggi dengan rasa ngilu yang sangat kuat.

"Badan ini sakit semua, rasanya di persendian itu ngilu seperti terpotong-potong," ujarnya.

Setelah demam itu, fase yang dirasakan Agung serasa sesak atau berat bernafas.

Dirinya yang berangkat Umroh sejak tanggal 26 Februari dan pulang tanggal 9 Maret. Namun, dirinya baru merasakan gejala sakit pada tanggal 13 Maret 2020 atau lima hari setelah kepulangannya.

"Saya harap masyarakat tidak panik, yang tenang karena itu merupakan penyakit yang bisa sembuh. Saya yang mengalami terpapar juga sekarang dinyatakan sembuh," papar Agung.

Ditanya di mana terpapar Covid-19, dirinya menceritakan dua kemungkinan yang diduga kuat tertular virus yang kini menjadi pandemi global itu.

"Pertama saat di sana (makkah) saya salat berjamaah dengan orang dari berbagai negara. Di dekat saya, ada orang batuk dengan nafas terlihat sesak. Karena sedang salat, saya tidak bisa menjauh. Kemudian, yang kedua di pesawat yang membawa saya terbang ke Surabaya. Tepat di bangku yang saya duduki berisi tiga orang, salah satu yang tidak saya kenal tiba-tiba sesak sampai memanggil pramugari untuk minta pertolongan," ungkap Agung.

Orang yang mengalami sesak itu menurut Agung kemudian diberi pertolongan dengan diolesi semacam ramuan.

"Orang ini sesaknya kemudian mereda. Apakah saya tertular dari dua kejadian ini saya tidak dapat memastikan. Namun, saya selalu berpikir ke belakang untuk meraba-raba di mana saya kira-kira tertular," terangnya.

Semenjak dirinya dinyatakan positif, teman-teman Agung yang satu rombongan juga dites apakah juga terjadi penularan termasuk pada semua keluarganya.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

"Alhamdulillah, kabarnya teman-teman saya negatif. Anak, istri dan keluarga saya semua dinyatakan negatif," tambahnya.

Untuk menjaga stamina pasca dinyatakan sembuh, dirinya masih rutin minum obat dari dokter yang merawatnya serta menambah minuman itu dengan vitamin C dan madu.

"Yang menurut saya penting lagi adalah berjemur, dengan berjemur itu tubuh kita makin terasa enak dan hangat," imbuh Agung.

Dirinya meminta masyarakat tidak terlalu panik dan bereaksi berlebihan dalam menghadapi wabah corona. Selain bisa sembuh, Agung meninta masyarakat juga menjaga kesehatan serta menjaga jarak aman agar penularan virus itu dapat dikendalikan.

"Jangan sampai terlalu takut, penyakit itu musibah yang dapat diobati dan tetap berdoa pada yang maha kuasa," tandasnya.

Agung juga telah menayangkan kisahnya di laman Facebook miliknya serta melakukan wawancara via telepon dengan salah satu stasiun radio di kota marmer.

Atas persetujuannya, media ini memuat identitas atau nama lengkap Agung Hartadi dengan disertai foto yang telah dikirimkan untuk ditulis dan ditayangkan.