Wali Kota Malang Sutiaji (Dok. MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pergeseran anggaran  keuangan dalam APBD Kota Malang TA 2020 telah ditetapkan dan selesai ditandatangani, Jumat (27/3/2020) lalu. Awal pekan ini, anggaran dari hasil pergeseran itu sudah dapat dicairkan dan dimanfaatkan untuk mengatasi bencana non alam pandemi virus Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, pergeseran anggaran dilaksanakan sebagaimana aturan yang ada. Pergeseran yang dilakukan diantaranya seperti anggaran perjalanan dinas yang masih bisa ditunda pelaksanaannya sebesar 20 persen.

Baca Juga : 4.866 Keluarga Penerima Manfaat di Kota Batu Terima Bantuan Pangan Non Tunai Rp 200 Ribu

Selain itu, beberapa kegiatan yang dilaksanakan Dinas PUPRPKP sebesar Rp 15 Miliar juga telah dialokasikan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Nantinya, pergeseran anggaran tersebut dapat kembali dianggarkan di Perubahan Anggaran Keuangan (AK) atau dianggarkan kembali di APBD 2021.

"Bukan hanya itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat juga diperbolehkan dipergunakan mengatasi pandemi Covid-19," terangnya, Selasa (31/3/2020).

Dia menyebut, anggaran yang digeser tersebut salah satunya adalah untuk mengantisipasi dampak sosial ekonomi. Salah satunya adalah untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak. Melalui skema yang ditetapkan, bantuan siap disalurkan kepada masyarakat.

"Dan ada empat dinas yang dilibatkan sebagai pengampu. Keempatnya adalah Dinsos-P3AP2KB, Diskoperindag, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar)," terang pria yang akrab disapa Pak Aji itu.

Selain menyiapkan anggaran, upaya lain menurutnya juga telah dilakukan bersama jajaran Forkopimda Kota Malang. Diantaranya seperti melakukan upaya penyemprotan disinfektan, melakukan social distancing hingga phyisical distancing.

Upaya-upaya tersebut menurutnya akan terus dilakukan. Mengingat, Kota Malang telah ditetapkan sebagai zona merah persebaran Covid-19. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

Baca Juga : Sederet Megaproyek Pemkot Malang Ditunda, Termasuk Pembangunan Mini Block Office

Selain itu, Pemerintah Kota Malang menurutnya juga telah menyiapkan RSUD Kota Malang sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Seluruh tempat tidur atau bed perawatan di RSUD Kota Malang telah dipersiapkan seluruhnya sebagai bentuk persiapan.

"Karena ada banyak rumah sakit yang sudah overload, maka RSUD harus siap membantu," pungkasnya.