Dr Abdurachman yang melengos saat difoto awak media di Lapas Kelas 1 Malang (Ist)
Dr Abdurachman yang melengos saat difoto awak media di Lapas Kelas 1 Malang (Ist)

MALANGTIMES - Dr Abdurachman, tersangka kasus korupsi dana kapitasi BPJS Kabupaten Malang, hari ini (30/3/2020) dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Malang. Ia tiba di Lapas Kelas 1 Malang sekitar pukul 14.00 wib dengan menggunakan kendaraan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen.

Keluar dari mobil  Kejari Kepanjen dengan dikawal petugas, Dr Abdurachman juga nampak mengenakan masker dan mengenakan rompi tahanan warna orange.

Baca Juga : Usai Bebas Ikut Asimilasi, Residivis Curanmor di Kota Malang Kembali Kambuh

Perihal dijebloskannya Dr Abdurachman kedalam Lapas Kelas 1 Malang, dibenarkan Kepala Lapas Kelas 1 Malang, Agung Krisna. Pihaknya menjelaskan jika status Dr Abdurachman saat ini masih menjadi tahanan Kejari Kepanjen.

"Baru kami terima, saat ini masih tahanan kejaksaan Kabupaten Malang, ditahan selama 20 hari ke depan," ungkapnya.

Sebelum masuk Lapas, ia juga tak bisa langsung masuk, sebab ia diwajibkan juga untuk menjalani Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk antisipasi Covid 19 yang diberlakukan di Lapas, mengingat saat ini virus tersebut tengah mewabah.

"Sekarang lagi proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan. Yang bersangkutan sekarang sedang screening Covid 19 dengan tim dokter Lapas selain pemeriksaan kesehatan umum," bebernya.

Lanjut Agung, jika yang bersangkutan pernah berpergian ke kawasan yang tengah terpapar Covid 19, tentunya penanganannya akan berbeda. Yang bersangkutan tidak akan ditempatkan pada ruang tahanan bersama dengan tahanan yang lainnya.

"Jika ada riwayat bepergian ke zona merah akan kami lakukan isolasi sesuai dengan protokol pencegahan Covid 19," balasnya melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga : Mau Beli Handphone Todongkan Pistol, Pria Ini Ditangkap Polisi

Untuk itu, saat ini proses penempatan dimana Dr Abdurachman akan ditempatkan belum dipastikan. Sebab pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan dari tim medis Lapas.

"Kita tunggu hasil pemeriksaannya nanti, baru kita tentukan penempatannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Dr Abdurachman ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Kepanjen setelah mendalami hasil penyidikan yang berlangsung sejak awal Januari 2019. Dari hasil penyelidikan tersebut, ia telah terbukti melakukan tindakan korupsi dengan nominal mencapai Rp 8 miliar lebih.

Tindakan korupsi yang ia lakukan, berlangsung mulai tahun 2015 hingga 2017. Dana yang dikorupsi tersebut merupakan dana yang harusnya digunakan untuk jasa operasional dan pelayanan beberapa puskesmas di Kabupaten Malang yang digelontorkan oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).