Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kanan) saat menerima bantuan paket sembako dan hand sanitizer dari APTISI di Balaikota Malang, Senin (30/3). (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kanan) saat menerima bantuan paket sembako dan hand sanitizer dari APTISI di Balaikota Malang, Senin (30/3). (Foto: Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Kemunculan virus Corona atau Covid-19 ke seantero dunia memang berdampak pada perekonomian negara.

Berbagai kebijakan pembatasan akses di berbagai daerah termasuk di Kota Malang dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Mulai dari penerapan social distancing dan physical distancing, membatasi jam operasional tempat usaha hingga beberapa dilakukan penutupan.

Batasan tersebut tentu berdampak pada sebagaian orang, terutama bagi pengusaha kecil.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Hal ini membuat banyak relawan tergerak, salah satunya Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat IV Wilayah VII Jawa Timur.

Secara khusus, bantuan paket sembako dan hand sanitizer diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang hari ini (Senin, 30/3) di Balaikota Malang. 

Potret penyerahan bantuan ini disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji melalui akun twitter @sutiaji1964.

"Alhamdulillah, banyak sekali bantuan yang masuk dari masyarakat untuk penanganan Covid-19. Salah satunya yang saya terima langsung di Balaikota Malang ini, dari Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Malang Raya," cuitnya.


Sejumlah bantuan tersebut, nantinya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 ini. 

 

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

Pihaknya meminta tim Satgas Covid-19 untuk melakukan pemetaan penyaluran bantuan agar bisa diterima masyarakat Kota Malang secara merata.

"Bantuan yang masuk, dikoordinasikan oleh Pemkot Malang melalui Gugus Tugas COVID-19, bertempat di Balaikota Malang, agar mempermudah penyaluran, termasuk memetakan yang sudah dan belum menerima bantuan, agar bantuan bisa merata," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua APTISI Jatim Prof. Suko Wiyono menyampaikan bantuan yang diberikan sebagai salah satu wujud kepedulian APTISI dalam melihat problematika wabah pandemi Covid-19. 

Diharapkan, ke depan akan semakin banyak perguruan tinggi swasta (PTS) yang ikit andil dalam membantu warga terdampak.

"Ini tahap pertama tentunya saya berharap teman-teman PTS yang lain terpanggil untuk melanjutkan ide bagus dari teman-teman APTISI Komisariat IV Wilayah Jawa Timur. Kalau dilihat dari nilainya mungkin tidak seberapa dibanding kebutuhan, tapi ini semata-mata bentuk kepedulian kita terkait problem yang dihadapi sekarang ini," ungkapnya, melalui rilis dari Humas Pemkot Malang.