Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

MALANGTIMES - Kabupaten Malang menjadi zona merah penyebaran virus covid-19 di Jawa Timur (Jatim). Angkanya, orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 69, pasien dalam pengawasan (PDP) 18, dan positif 5 kasus per 29 Maret 2020.

Kondisi itu pula yang membuat Bupati Malang Sanusi mengeluarkan berbagai kebijakan terkait penanganan dan pencegahan virus covid-19 di wilayahnya.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Tak hanya berkutat di kegiatan luar untuk masyarakat, tapi juga menengok ke dalam. Yaitu terkait kebutuhan para petugas medis yang secara langsung berhubungan dengan para pasien di rumah sakit.

Seperti diketahui, para petugas medis telah bertumbangan dalam upaya memulihkan pasien positif corona. Terakhir, setelah beberapa dokter meninggal, 61 tenaga medis di Jakarta dikonfirmasi positif terinfeksi corona.

Hal inilah yang membuat Pemkab Malang, selain mengandalkan bantuan pemerintah pusat terkait alat pelindung diri (APD), juga memastikan ketahanan tubuh para petugas medis. Yakni, terkait asupan obat-obatan Roboransia atau obat-obatan penambah daya tahan tubuh, seperti vitamin C.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Malang sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan,  vitaman C bagi ketahanan tubuh para medis maupun pasien hingga saat ini aman. "Stok obat terkait wabah corona di Dinkes, yaitu untuk daya tahan tubuh bagi petugas medis, aman," ucapnya. 

Pun bagi para pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan corona. Obat-obatan Roboransia dipergunakan lebih pada injeksi vitamin C.
"Untuk stok obat-obatan aman hingga dua bulan ke depan," ujarnya.

Ketahanan daya tubuh menjadi penting dalam menangkal sebaran virus covid-19. Daya tahan tubuh bisa memengaruhi sebaran corona yang menginfeksi di dalam tubuh. Semakin lemah daya tahan tubuhnya, maka semakin rentan juga terkena dan memburuknya kondisi pasien yang terinfeksi.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

Maka, tak heran bila instruksi terkait diam di rumah pun semakin digaungkan ke masyarakat serta diikuti pola hidup bersih dan sehat yang harus terus dijaga walau berada di rumah.

Bahkan, pihak kepolisian pun semakin tegas untuk menerapkan instruksi itu di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dengan intensifnya para petugas melakukan patroli di tempat-tempat publik yang biasa menjadi ruang berkerumun warga.