Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji minta RT dan RW memantau mobilitas warganya. Termasuk mencatat informasi riwayat perjalanan warganya yang baru saja kembali masuk ke Kota Malang.

"Kami imbau agar RT dan RW mendata jika ada orang baru atau warganya yang kembali ke Malang. Didata, dari mana dia asalnya sebelum ke Malang," katanya saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (30/3/2020).

Baca Juga : Sehari 83 Warga Surabaya Positif Covid-19, Gubernur Jatim: Warga Kurang Dapat Informasi

Pria berkacamata itu juga menyampaikan, pemantauan lebih lanjut telah dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. Selain itu  akan dilakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan Kota Batu untuk melakukan pemantauan di pintu-pintu keluar dan masuk wilayah.

"Karena informasi terakhir, justru daerah yang tak ada PDP dan zero ODP malah fluktuatif karena banyak orang yang kembali ke daerah itu dan naiknya signifikan," imbuh Sutiaji.

Selain itu, akan dibuatkan pos pantau di beberapa titik layaknya posko yang dibuat saat Lebaran hingga Natal dan tahun baru. Posko tersebut akan memantau pergerakan ke luar dan masuknya orang ke Kota Malang. Posko pemantauan di antaranya akan disebar di terminal hingga stasiun.

"Untuk Terminal Arjosari dan Hamid Rusdi, saya sudah koordinasikan dengan Bu Gubernur karena itu memang bukan kewenangan kami," tambah pria yang akrab disapa Pak Aji itu.

Selain mengawasi pergerakan keluar dan masuknya masyarakat, pergerakan mahasiswa akan kembali dipantau. Pasalnya, sebagai Kota Pendidikan, mahasiswa yang datang ke Kota Malang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Dalam waktu dekat, Sutiaji akan melakukan video conference dengan seluruh rektor perguruan tinggi di Kota Malang. Salah satu yang akan dibahas terkait mobilitas mahasiswa yang masuk ataupun ke luar Kota Malang.

Baca Juga : Anggaran Penanganan Covid-19 Kota Malang Ditambah Menjadi Rp 86 Miliar

"Saya menghendaki supaya tidak ada pergerakan. Tapi nanti akan dibicarakan dengan seluruh rektor," imbuhnya.

Dia pun berharap agar perguruan tinggi memanfaatkan kuliah daring untuk sementara waktu. Sebab,  para ahli sebelumnya juga menyampaikan bahwa puncak pandemi covid-19 adalah  April dan minggu kedua Mei. "Insya Allah Juni sudah selesai dan kembali normal," terangnya.