Ilustrasi rumah sakit. (Foto: istimewa)
Ilustrasi rumah sakit. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Masyarakat saat ini melakukan berbagai cara agar meminimalisasi dampak virus corona dengan istirahat teratur, memenuhi gizi, hingga menjaga kebersihan. Selain itu, melakukan physical distancing (jaga jarak fisik).

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan tatkala terkena virus corona, masih bisa mengatasi sendiri atau setidaknya tidak sampai jatuh pada kondisi yang berat.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

 

Lantas, bagaimana apabila Anda merasa sakit? Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dr Christyaji Indradmojo SpEM mengimbau agar masyarakat menghindari rumah sakit.

"Ketika merasa sakit, sebisa mungkin ikut aturan yang dikeluarkan pemerintah. Tolong telepon ke hotline yang tersedia. Jangan langsung by pass potong kompas ke rumah sakit," katanya. "Kami mengingatkan bahwa rumah sakit itu adalah area dengan risiko tinggi penularan karena tempat berkumpulnya orang sakit," sambung dis.

Artinya, apabila benar-benar tidak kuat, barulah ke rumah sakit. Namun, ketika masih bisa mandiri, usahakan untuk online atau konsultasi melalui hotline yang tersedia.

"Ini supaya tidak terjadi penumpukan di rumah sakit yang justru itu menjadi faktor risiko ketika terjadi kerumunan di rumah sakit. Terutama pada fase krisis ini," ucap Christyaji.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tetap melakukan upaya preventif dan mitigasi secara maksimal dengan menghindari pertempuran dengan virus. Antara lain dengan physical distancing, meningkatkan daya tahan tubuh (istirahat teratur, penuhi gizi yang cukup, dan lain-lain), serta menjaga kebersihan (paling ringan sering mencuci tangan). 

Baca Juga : Ranking 5 Se-Jatim, Petugas Medis dan Dosen di Kabupaten Malang Ada yang Positif Covid-19

 

Hal ini dilakukan agar apabila terkena virus, maka tubuh masih bisa mengatasinya secara mandiri. "Sehingga UGD tidak kewalahan. Perlunya upaya optimal di fase preventif dan mitigasi harapannya adalah supaya ketika kita memang masuk dalam fase tanggap darurat itu, tidak banyak korban atau tidak banyak pasien yang masuk pada situasi itu sehingga fasilitas kesehatan yang kita punyai, sumber daya yang kita punyai, cukup untuk mengantisipasi atau mengelola ataupun merawat," pungkasnya.