Kondisi di Kota Tegal yang tengah menerapkan penutupan akses jalan dengan barrier. (Foto: Istimewa)
Kondisi di Kota Tegal yang tengah menerapkan penutupan akses jalan dengan barrier. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Pemerintah pusat sebelumnya mengambil kebijakan untuk tidak memberlakukan lockdown atau penutupan wilayah. Namun, sejumlah daerah memilih mengambil kebijakan berbeda. 

Setidaknya sudah ada tiga daerah yang mengumumkan adanya penutupan wilayah skala kecil atau local lockdown. 

Baca Juga : Bagaimana Hukum PHK Karyawan di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Kebijakan karantina wilayah ini dalam upaya memutus mata rantai persebaran pandemi Covid-19 di masyarakat.

Sejak diumumkannya kasus pertama pasien positif Covid-19 pada hari Senin (2/3/2020) hingga pada hari Minggu (29/3/2020) total kasus positif berjumlah 1.285 pasien, 114 orang meninggal dunia dan 64 pasien berhasil sembuh. 

Selain melakukan upaya-upaya seperti physical distancing, pemerintah daerah yang mulai menerapkan 'local lockdown' atau karantina wilayah yakni Pemerintah Kota Tegal, Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Provinsi Papua. 

Kota Tegal berupaya mencegah persebaran Covid-19 dengan melakukan local lockdown selama empat bulan, terhitung mulai Senin (30/3/2020) hingga Jumat (30/07/2020). Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. 

"Warga harus bisa memahami kebijakan yang saya ambil. Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga daripada maut menjemput mereka," ujar Dedy, dikutip dari kompas.com, Rabu (25/3/2020). 

Dedy juga menyarankan bagi perantau yang ingin pulang kampung ke Tegal, untuk menunda rencana mudik terlebih dahulu.

Pemerintah Kota Tegal juga telah menyediakan anggaran untuk penanggulangan bencana sebesar Rp 2 miliar yang ditujukan khususnya untuk masyarakat miskin yang terdampak wabah pandemi Covid-19. Selain anggaran dari Pemerintah, Dedy juga mengumpulkan dana sukarela dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota DPRD Kota Tegal. 

Setelah Kota Tegal, disusul oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mengeluarkan kebijakan local lockdown yang menutup akses masuk ke Kota Tasikmalaya. 

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman yang mengeluarkan kebijakan ini setelah terdapat lima pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. 

"Setelah terdapat lima orang positif Corona di Kota Tasikmalaya, kami bersama tim gugus tugas akan memberlakukan karantina wilayah atau lockdown lokal yang akan dimulai pada hari Selasa (31/3/2020)," ujar Budi, dilansir dari kompas.com, Jumat (28/3/2020). 

Nantinya penerapan kebijakan ini akan melarang seluruh angkutan umum atau moda transportasi yang lain memasuki wilayah Kota Tasikmalaya. 

Baca Juga : Kabupaten Malang Belum Merasa Perlu Terapkan PSBB

Akan dibentuk pos-pos penjagaan di perbatasan masuk Kota Tegal yang bekerja sama dengan TNI, POLRI, serta aparatur Pemerintah Daerah yang lain. Jika terdapat warga yang ingin memasuki Kota Tasikmalaya, akan diarahkan putar balik dan tidak memasuki wilayah Kota Tasikmalaya.

Sedangkan untuk Provinsi Papua telah menerapkan sistem local lockdown yang diawali dengan penutupan Bandara Sentani yang merupakan akses utama menuju Papua. 

Penerapan kebijakan ini telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua sejak hari Kamis (26/3/2020) hingga (9/4/2020), yang diputuskan oleh jajaran Forkopimda Provinsi Papua beserta jajaran Bupati/Wali Kota di Provinsi Papua. 

"Bandara tidak beroperasi sampai 9 April, kecuali angkutan barang yang mengangkut logistik, pengangkutan pasien dalam keadaan emergency, sampel swab, itu mendapat kekhususan," ujar Kapolres Jayapura AKBP Victor Makbon, dikutip dari kompas.com, Kamis (26/3/2020). 

Menurut Victor, langkah awalan ini merupakan upaya dari jajaran Pemerintah Daerah di lingkup Provinsi Papua untuk mencegah persebaran Covid-19 di tanah Papua. 

Perlu diketahui, hingga sampai saat ini (30/3/2020) pasien positif Covid-19 di Provinsi Papua berjumlah sembilan orang dan pasien yang sembuh maupun meninggal dunia masih nihil. 

Masyarakat juga terus diimbau agar menuruti anjuran dari Pemerintah untuk tetap berjaga jarak, membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, serta dilarang menyentuh bagian wajah seperti mata, hidung, mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun. 

Itulah daerah-daerah yang telah dan akan melakukan kebijakan local lockdown di daerahnya masing-masing untuk mencegah persebaran Covid-19. Meskipun kebijakan semacam lockdown ini yang harus mengeluarkan kebijakan adalah Presiden atau dari Pemerintah Pusat.