Para santriwati usia memasuki bilik sterilisasi di Balai Kota Malang. (Ist)
Para santriwati usia memasuki bilik sterilisasi di Balai Kota Malang. (Ist)

MALANGTIMES - Dua rombongan bus berisi santri dan santriwati asal Kota Malang siang tadi tiba di halaman balai kota (29/3/2020). Sebanyak 120 santri dan santriwati tersebut pulang dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang.

Pulangnya santri-santriwati tersebut memang terkait maraknya wabah covid-19. Mereka khawatir karena sebelumnya para orang tua tidak diperkenankan menjenguk.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Salah satu orang tua santri, Adi Susilo (45), mengaku merasa lega putrinya telah dipulangkan serta difasilitasi oleh pihak Ponpes Bahrum Ulum. Sebelumnya dia mengaku memang tidak diperbolehkan untuk menyambangi anaknya.

"Kami khawatir juga, sempat nggak boleh sambang. Tapi dua hari lalu, dikabari kalau mau dipulangkan sesuai kota masing-masing, difasilitasi pihak yayasan. Kami senang sekali pihak pondok sudah memfasilitasi  kepulangan," ucapnya.

Sementara, Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengungkapkan, setelah sampai di Balai Kota Malang, untuk para santri dan santriwati  tersebut, dilakukan tindakan sterilisasi antisipasi penyebaran covid-19.

"Justru karena ada informasi sekian santri akan pulang ke Kota Malang, makanya kami siapkan langkah sterilisasi. Dengan begini, pantauan pergerakan orang kan lebih mudah," terangnya.

Para santri dan santriwati itu masuk ke  bilik sterilisasi dan disemprot disinfektan. Setelah itu, mereka kemudian dicek suhu. Lalu ada pendataan santri dan santriwati. Mereka juga mendapatkan arahan dari petugas medis bagaimana cara mencuci tangan yang benar.

"Ini lebih bagaimana memudahkan kontrol bagi warga kita, pelajar kita yang bertepatan menempuh pendidikan di pondok Jombang, sehingga ini antisipasi sedini mungkin. Kami  cek kesehatannya dan dicatat alamatnya. Dan ini merupakan bagian dari protokol keamanan untuk antisipasi corona," kata Nur Widianto.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Selain itu, pemkot memberikan imbauan baik kepada santri maupun orang tua untuk melakukan isolasi selama beberapa hari atau melakukan aktivitas di dalam rumah. "Di rumah, jangan ke mana-mana dulu. Lakukan isolasi mandiri, beraktviitas di rumah," ucap Nur Widianto.

Dalam kesempatan tersebut, pemkot juga menyampaikan agar masyarakat perantau, khususnya yang berada di Jakarta, untuk tidak mudik dahulu di tengah wabah covid-19. Hal ini sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran corona.