Ilustrasi penganiayaan (rapormerah)
Ilustrasi penganiayaan (rapormerah)

MALANGTIMES - Asmara memang merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya aksi tindak kejahatan. Seperti halnya kasus ini, seorang laki-laki bernama Koko Hari Saputro menjadi korban penganiayaan oleh seorang laki-laki yang diketahui bernama Mahmud.

Aksi penganiayaan terhadap warga asal Wendit Timur, Pakis, Kabupaten Malang tersebut, diduga dipicu oleh rasa cemburu Mahmud. Lantaran, Mahmud melihat Koko tengah berdua di rumah kontrakan pacarnya yang bernama Vannesa.

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Kejadian penganiayaan tersebut, terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2020, sekitar pukul 22.30 WIB, tepatnya di rumah kontrakan Vannesa yang ada di Jalan Sawojajar, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Mahmud saat itu datang ke kontrakan Vannesa tanpa mengetahui jika Koko telah berada di kontrakan sang pacar. Saat tiba di kontrakan Vannesa, Mahmud kaget mengetahui jika Koko tengah berdua bersama sang pacar di ruang tamu kontrakan.

Usai tiba di sana, semua masih berjalan normal tanpa ada indikasi adanya keributan. Namun setengah jam kemudian, suasana mulai memanas. Mahmud diduga mulai terpancing rasa cemburu oleh kehadiran Koko hingga kemudian terjadi cek-cok mulut.

Lantaran tak bisa menahan emosi, kemudian Mahmud beranjak dari tempat duduknya dan membanting gelas ke arah meja serta langsung menarik kerah baju Koko.

Setelah itu, dengan tangan kosong Mahmud langsung mengarahkan bogemnya ke arah wajah dari Koko sebanyak satu kali. Pukulan keras tersebut membuat wajah Koko memar pada sekitaran hidung dan membuat darah segar mengalir dari hidungnya.

Koko yang tak terima dengan perlakuan Mahmud, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota pada Minggu (29/3/2020).

Kasubag Humas Polresta Malang, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni menjelaskan, jika setiap laporan masyarakat tentunya akan diterima dan ditangani sebaik mungkin oleh petugas.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meningal Dunia

"Masih dicek, namun laporan masyarakat akan ditangani dan dilakukan penyelidikan sesuai dengan prosedur yang ada," jelasnya.

Pihaknya kembali mengimbau, agar masyarakat diharapkan untuk sebisa mungkin dalam menyelesaikan permasalahannya dengan kepala dingin tanpa emosi. Sebab, jika diselesaikan dengan emosi, justru akan malah timbul masalah baru.

"Ya kami imbau, dalam menyelesaikan masalah harus dengan kepala dingin, redam emosi, jangan nanti masalah satu belum selesai, malah kena masalah baru lagi harus berurusan dengan hukum," pungkasnya.