Tenaga medis dengan APD lengkap (Ilustrasi/Istimewa).
Tenaga medis dengan APD lengkap (Ilustrasi/Istimewa).

MALANGTIMES - Miris lantaran Alat Pelindung Diri (APD) terus menipis, Gerakan Bersama Lawan Covid-19 mendistribusikan APD ke Rumah Sakit dan Puskesmas di Malang Raya. Pendistribusian APD tersebut diharapkan mampu menekan angka kematian para tenaga medis di Indonesia.

Salah satu relawan Gerakan Bersama Lawan Covid-19, Lativa Amanaturahman menyampaikan, gerakan pendistribusian APD tersebut adalah untuk membantu mengamankan tugas tenaga medis yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi virus Covid-19.

Baca Juga : Kota Batu Siapkan 3 Shelter Isolasi Covid-19, Anggarannya Rp 1,3 Miliar

"Kami memproduksi APD yang satu paket itu berisi Hazmat suit, face shield, dan pelindung kaki. APD diberikan gratis untuk Puskesmas dan RS negeri maupun swasta, khususnya di wilayah Malang Raya," katanya, Sabtu (28/3/2020).

Gerakan tersebut juga menjadi wujud keprihatinan para relawan lantaran kurangnya persiapan untuk menghadapi pandemi yang semakin meluas. Terutama pada sisi kesiapan perlengkapan medis. Terlebih, saat ini di Indonesia sudah tercatat tujuh dokter yang meninggal karena terpapar virus Covid-19 saat bertugas merawat pasien.

"Dan ada 24 tenaga medis yang sedang dalam perawatan," katanya.

Pada hari ini, Sabtu (28/3/2020), telah dikirimkan delapan paket APD ke Puskesmas Polowijen. Selain itu, pengiriman APD di hari yang sama juga dilaksanakan untuk RSSA Malang dan Puskesmas Poncokusumo.

Lativa menjelaskan, penyerahan APD dilaksanakan berdasarkan urgensinya. Seperti Puskesmas Polowijen misalnya, penyerahan APD dilaksanakan di Puskesmas Polowijen lantaran puskesmas tersebut merupakan kawasan yang membawahi wilayah pasien positif Covid-19 di Kota Malang.

Selain itu, sebelumnya puskesmas juga memiliki riwayat kontak dengan keluarga positif Covid-19. "Dan petugas akan melakukan swab pada anggota keluarga pasien, Insya Allah akan kami supply terus APD untuk lebih meningkatkan keamanan tenaga medis yang bertugas," tambahnya.

Sementara untuk pendistribusian APD, Lativa menjelaskan jika pihaknya telah bersinergi dengan Sar Samudra dan BPBD. Ke duanya yang akan mengirimkan APD ke puskesmas dan RS, karena SAR yang lebih memahami protokoler dan memiliki SOP standard safety untuk pandemi seperti sekarang.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

"Kami menerima donasi berupa uang maupun bahan atau raw material yang akan kami produksi dan distribusikan," tambahnya.

Lebih jauh dia menyampaikan agar masyarakat memperhatikan imbauan social distancing yang disampaikan pemerintah. Karena saat ini, kondisi penyebaran virus yang menyerang organ pernapasan tersebut tak main-main dan sudah sangat serius.

Dia juga menyarankan agar masyarakat yang sehat untuk tetap beraktivitas di dalam rumah dan tidak malah mengunjungi puskesmas ataupun rumah sakit untuk sementara waktu. Karena APD yang diproduksi pada dasarnya adalah untuk tenaga medis, bukan untuk masyarakat yang hendak melakukan aktivitas di luar rumah.