Ilustrasi penggelapan (linggaupos)
Ilustrasi penggelapan (linggaupos)

MALANGTIMES - Kasus ini bisa jadi pelajaran bagi masyarakat yang memang ingin menjual kendaraannya. Kewaspadaan dan kehati-hatian dalam melakukan transaksi dan memilih pembeli harus benar-benar diperhatikan. Sebab jika tidak, maka bisa jadi malah apes seperti warga  Kedungkandang ini.

Wahyu Irawan (24) warga Jalan Kyai Parseh, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menjadi korban penipuan saat menjual motor trail miliknya. Motor yang ia jual justru dibawa kabur oleh calon pembelinya yang berpura-pura test drive.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Kejadian tersebut berawal dari korban yang memposting motor trail bernopol S 4157 KV miliknya yang ia jual di Facebook. Usai diposting, tak berselang lama terdapat seseorang yang mengirimkan pesan kepada korban tertarik dengan motor yang ia jual.

Setelah itu antara korban dan pelaku sepakat untuk bertemu. Kemudian pada hari Jumat (20/3/2020) sekitar pukul 18.30 wib, pelaku datang bersama temannya ke rumah korban untuk melihat unit motor.  

Pelaku kemudian ingin mencoba motor milik korban sebelum membeli. Karena tak ada kecurigaan, terlebih lagi teman pelaku juga menunggui di rumah korban, korban kemudian mengizinkan pelaku untuk mencoba motornya.

"Ya ingin test drive, saya nggak curiga, saya izinkan, temannya kan menunggu di rumah. Tapi saya tunggu satu jam nggak kembali-kembali, saya hubungi juga nggak bisa," jelasnya.

Dan lebih apesnya lagi, teman pelaku yang ia ajak untuk melihat motor, ternyata juga merupakan orang yang baru kenal dengan pelaku. Di situ temannya tersebut mengaku jika ia diminta mengantar untuk melihat motor dan diiming-imingi akan diberikan imbalan.

"Ya baru kenal, katanya kalau ngantarkan lihat motor mau dikasih uang, tapi nggak taunya malah ditinggal," terangnya (27/3/2020).

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Karena merasa tertipu, korban lantas segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungkandang guna penyelidikan lebih lanjut.

Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni, kembali mengimbau, jika masyarakat harus selalu hati-hati dan waspada dalam hal apapun. Sebab, jika sekali saja lengah, bisa berpotensi menjadi korban kejahatan.

"Harus hati-hati dan waspada, apalagi melakukan transaksi dengan orang tak dikenal. Lebih baik minta identitasnya agar lebih jelas dan meminimalisir menjadi korban kejahatan seperti ini. Jika perlu dokumentasikan saat proses transaksi, supaya menghindari hal- hal yang tak diinginkan," pungkasnya.