Untuk Urusan Salat Jumat Berjamaah di Tengah Wabah Covid-19, Bupati Malang Pasrah kepada Tokoh Agama

Mar 19, 2020 20:35
Bupati Malang HM Sanusi (pegang microfon) saat memimpin press conference covid-19 di Gedung Kantor Bupati (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (pegang microfon) saat memimpin press conference covid-19 di Gedung Kantor Bupati (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang HM Sanusi memilih tidak memberikan atensi khusus bagi masyarakat yang hendak menjalankan ibadah salat jumat pada besok (Jumat 19/3/2020). 

Meski memberikan larangan untuk tidak melakukan rutinitas yang melibatkan banyak massa, namun Sanusi terkesan memasrahkan keputan dimasing-masing umat muslim saat disinggung perihal salat jumat.

Baca Juga : Kisah Lucu Umar bin Khattab Protes Kebijakan Mualaf yang Pimpin Peperangan

”Karena ibadah rutin, selama memang daerahnya dianggap tidak mengandung itu (wabah virus corona) ya tergantung pemeluk agama masing-masing,” ungkap Bupati Malang, Kamis (19/8/2020).

Namun beda cerita jika kegiatan keagamaan tersebut bukanlah salat Jumat. Menurut Sanusi, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pemuka agama di Kabupaten Malang, untuk memberikan imbauan agar kegiatan keagamaan yang mengumpulkan orang banyak, ditunda sementara waktu hingga dua minggu ke depan.

”Beberapa pemuka agama, salah satunya Riyadlul Jannah sudah ketemu dengan saya. Kami sepakat jika semua kegiatan Riyadlul Jannah akan ditunda atau dihentikan. Selama ini, para jamaah-jamaah lain juga sudah dihubungi dan menyampaikan akan menunda kegiatan itu (agenda keagamaan yang melibatkan banyak massa),” ungkap Sanusi.

Senada dengan Bupati Malang AKBP Hendri Umar selaku Kapolres Malang, juga menyampaikan pihaknya bakal menghentikan atau menunda sementara waktu, jika ada masyarakat yang mengajukan perizinan keramaian kepada pihak kepolisian.

”Tertanggal mulai hari ini (Kamis 19/3/2020) kami mendapat surat telegram dari Polda (Jawa Timur), bahwa diarahkan seluruh satuan kepolisian baik Polres Malang maupun Polsek Jajaran untuk menunda pemberian izin keramaian hingga 14 hari ke depan,” kata Hendri sembari menjelaskan jika kebijakan tersebut diambil lantaran masa inkubasi virus covid-19 adalah 14 hari.

Baca Juga : Menag Minta Tarawih Dilakukan di Rumah, Salat Id Ditiadakan, dan Halal Bihalal Online

Secara teknis, dijelaskan Hendri, penundaan pemberian izin keramaian tersebut berlaku bagi semua kegiatan baik keagamaan, konser, hingga kegiaan kemasyarakatan yang melibatkan massa hingga puluhan, atau bahkan lebih dari 30 orang.

”Akan kami kirimi surat balasan ke pihak penyelenggara jika memang ada yang mengajukan izin keramaian. Dalam surat balasan tersebut menyatakan bahwa penyebaran virus bisa cepat diantisipasi jika tidak ada kegiatan yang melibatkan banyak orang,” tutup Hendri.

 

Topik
MalangBerita MalangCorona di Malangcovid19 di malangupdate corona di malangKabupaten MalangBupati SanusiPasrah kepada Tokoh AgamaKapolres MalangAKBP Hendri Umar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru