Humas Satgas Penanganan Corona Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Humas Satgas Penanganan Corona Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kota Malang secara resmi telah mengumumkan ada dua pasien yang positif virus Corona atau Covid-19. Satu pasien telah dinyatakan meninggal dunia, satu lainnya merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Humas Satgas Penanganan Corona Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, dr Husnul Muarif menyatakan berkaitan dengan pasien dari UB, bakal dilakukan trakcing (pelacakan) aktivitas sehari-hari.

"Kontak tracing dari penderita Covid-19 yang positif, kami sudah menelusurinya untuk mendata kontak terakhir dengan yang bersangkutan," ujarnya saat Konferensi Pers di RSSA Kota Malang, Rabu (18/3).

Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan rektor UB maupun dekan fakultas dari yang dinaungi pasien tersebut berkaitan dengan wilayah jangkauan yang dilakukan. 

"Nah, tracing dilakukan di seluruh tempat pasien terakhir berada. Mulai dari kos, rumah, warung makan yang belum lama disinggahi pasien ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, dikatakannya untuk pihak-pihak yang nantinya terdata menjalani aktivitas bersama pasien akhir-akhir ini akan diprioritaskan. Sebab, masuk dalam kategori tingkat resiko tinggi penularan Covid-19.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan layanan kesehatan baik dari 16 puskesmas di Kota Malang dan rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan untuk menangani pemeriksaan tersebut.

"Ini yang menjadi prioritas, sehingga ini nanti masuk kepada tingkat dengan resiko tinggi. Kami dengan 16 Puskesmas dan rumah sakit rujukan untuk melakukan tindakan dari kontak tracing ini. Tentunya, kalau ada kontak dengan pasien Covid-19 positif harus kita lakukan tindakan pemeriksaan," terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang itu.

Sementara, saat ini untuk tracing tersebut Dinkes Kota Malang masih menunggu hasil pendataan. Baik yang dilakukan dari pihak universitas maupun dari petugas kesehatan yang melakukan pendataan di kawasan area rumah pribadi pasien.

"Kita belum terima datanya, diharapkan malam ini sudah masuk ke Dinas Kesehatan. Jadi sesuai dengan buku panduan itu, yang kontak dengan conform Covid-19 masuk kontak erat resiko tinggi, maka harus dilakukan swab," tandasnya.