Ilustrasi Corona (mobil123)
Ilustrasi Corona (mobil123)

MALANGTIMES - Dampak dari mewabahnya virus Corona, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid 19.

Berkaitan tentang Fatwa tersebut, Ketua MUI Kota Malang, KH Baidowi Muslich menganjurkan untuk masyarakat tetap beribadah seperti biasanya, sebab ia merasa Malang merupakan Kota yang aman.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

"Ya biasa saja, masyarakat harus tenang, tak usah gelisah menghadapi virus Corona ini, istilahnya dalam agama tawakal. Insyaallah Kota Malang aman," ungkap nya (17/3/2020).

Lebih lanjut dijelaskannya, jika umat di Kota Malang untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Sebab semua yang mengatur adalah Allah. Tawakal ini merupakan kekuatan yang tak bisa dikalahkan terlebih lagi hanya sekedar virus Corona

"Corona itu kan tentara tuhan, yang dikirim dari langit ke bumi, dimana untuk orang kafir merupakan azab dan untuk mukmin merupakan ujian. Maka orang mukmin supaya sabar untuk menghadapi, tetap ikhtiar dan tawakal pada Allah," jelasnya

"Karena dalam setiap hal, umat diminta untuk selalu mengamalkan doa tawakal. Sehingga dengan amalan tersebut, insyaallah umat akan selamat. Saya sempat sampaikan itu dalam sebuah pembukaan manasik haji, jangan takut, harus tawakal insyaallah selamat," tambahnya.

Selain itu ia juga menyampaikan, jika WHO menganjurkan untuk mencuci tangan, dalam Islam bukan malah hanya melakukan cuci tangan saja. Membasuh muka, rambut, kepala telinga, tangan hingga kaki telah dilakukan dalam wudlu.

"Apalagi sehari melakukan itu sebanyak lima kali, sehingga sangat jauh dari Corona. Kalau WHO anjurannya cuci tangan empat kali, kalau di Islam cukup tiga kali, Kalau lebih dari tiga kali. Allah itu ganjil, Allah itu suka yang ganjil," terangnya.

Baca Juga : Kata Pemerintah soal Karantina Wilayah Berisiko Covid-19 Gelombang Dua: Kita Sudah Hitung

Terakhir ia mengimbau, jika di tengah situasi seperti saat ini, seluruh umat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi-informasi yang justru akan menimbulkan keresahan. Hal itu tentunya agar situasi di Kota Malang bisa selalu damai tanpa kabar yang tidak terbukti kebenarannya.

Sementara itu, perihal poin per poin dalam Fatwa Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid 19, masih belum dijelaskannya lebih jauh.