Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang keluarkan protokol khusus untuk pencegahan Corona di lingkungan internalnya (Perumda for MalangTimes)
Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang keluarkan protokol khusus untuk pencegahan Corona di lingkungan internalnya (Perumda for MalangTimes)

MALANGTIMES - Di tengah sebaran virus Corona, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah merilis data dan pencegahannya. Dimana, untuk Kabupaten Malang telah tercatat 90 orang dalam pemantauan (ODP) dan 3 orang Suspect Corona.

Kondisi ini pula yang membuat berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang, mulai melakukan pencegahan di internalnya masing-masing.

Tak terkecuali Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang sebagai pelayan air minum bersih ke masyarakat. Direktur Utama (Dirut) Syamsul Hadi, Perumda Tirta Kanjuruhan telah mengeluarkan protokol khusus pencegahan penyebaran virus Corona untuk internalnya.

"Sudah kita keluarkan dalam konteks pencegahan dan pengendalian risiko internal," ucapnya, Senin (16/3/2020).

Diterbitkannnya protokol khusus itu, lanjutnya, dengan mempertimbangkan pelayanan air minum merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam kegiatan pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19). Dengan hal itu, maka Direksi Perumda Tirta Kanjuruhan menegaskan, bahwa kegiatan pelayanan air minum tetap berjalan sebagaimana biasa dan meminta komitmen dari seluruh pegawai untuk melaksanakan pengendalian resiko internal.

"Ada 13 protokol khusus yang nantinya kita jalankan secara berkelanjutan. Hal ini sebagai bagian dalam dukungan kita untuk mencegah penyebaran Corona di lingkungan Perumda Tirta Kanjuruhan," ujar Syamsul.

13 protokol khusus pencegahan penyebaran virus Corona untuk internal Perumda Tirta Kanjuruhan, adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan melaksanakan edukasi tentang Virus Corona kepada seluruh Pegawai Perusahaan melalui media WA Group; 
2. Perusahaann melaksanakan gerakan cuci tangan pakai sabun dan penggunaan hand sanitizer di kantor pusat maupun unit pelayanan 
3. Perusahaan menunda seluruh kegiatan studi lapangan, visitasi, benchmarking atau pendidikan pelatihan; 
4. Perusahaan melaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk pegawai melalui dokter Perusahaan; 
5. Perusahaan hanya melaksanakan pertemuan internal dengan membatasi jumlah peserta dan lama pertemuan;
6. Perusahaan memberlakukan sistem penggunaan ID Card pegawai terbaru sebagai akses masuk ke ruangan di kantor pusat; 
7. Perusahaan meliburkan siswa yang sedang Praktik Kerja Lapangan di Perusahaan, apabila ada tugas dari pembimbing, dilaksanakan di rumah masing￾masing;
8. Petugas Keamanan Perusahaan melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada semua Pegawai dan Tamu Perusahaan dengan alat Termometer Infra Red yang disediakan perusahaan yang masuk ke lingkungan dikantor Direksi;
9. Customer Service di Kantor Direksi atau Unit Perusahaan membatasi tamu yang berasal dari luar perusahaan yang masuk ke kantor pusat atau unit pelayanan; 
10. Customer Service di Kantor Direksi atau Unit Pelayanan mengarahkan semua tamu untuk menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan; 
11. Bagi pegawai yang saat ini mengalami gejala demam, batuk-batuk, tenggorokan sakit, pernapasan tidak normal, dahak kental, dan/atau anggota tubuh lemas disarankan tidak masuk kerja, segera memeriksakan kesehatan ke fasilitas 1 (FASKES 1) dan melaporkan kepada atasan langsung; 
12. Bagi pegawai yang selama ini menggunakan fasilitas kendaraan umum (misalnya: mikrolet, bus, dll) disarankan menggunakan masker, sarung tangan dan jaket;
13. Seluruh pegawai diinstruksikan untuk tidak pergi ke luar kota, tempat umum dan menghindari kerumunan.