Siswa MTSN 1 Malang yang tetap masuk melakukan UAMBN di tengah wabah merebaknya Corona nampak mengenakan masker (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Siswa MTSN 1 Malang yang tetap masuk melakukan UAMBN di tengah wabah merebaknya Corona nampak mengenakan masker (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kini Virus Corona yang menjadi momok bagi dunia. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang telah mendapatan instruksi dari pemerintah pusat pun meliburkan sekolah-sekolah di Kota Malang, mulai dari Paud, TK, SD dan SMP.

Sementara untuk tingkat SMA dan SMK yang kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jatim di Malang.

Baca Juga : Ranking 5 Se-Jatim, Petugas Medis dan Dosen di Kabupaten Malang Ada yang Positif Covid-19

Namun di saat sekolah lain libur, MTSN 1 Malang yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) masih nampak masuk sekolah seperti biasa. Nampak para anak sudah datang sejak pagi sesuai jam masuk.

Ditelusuri lebih lanjut, jika para siswa yang hari ini masuk merupakan siswa khusus kelas 9 yang memang tengah mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN).

Kepala MTSN 1 Malang, Drs. Samsudin M.Pd membenarkan, jika siswa kelas 9 MTSN 1 Malang masuk untuk mengikuti UAMBN. Sementara, untuk para siswa kelas 7 maupun kelas 8 memang saat ini tengah diliburkan.

Karena sekitar 381-an siswa kelas 9 masuk, untuk pencegahan antisipasi penyebaran virus Corona, pihak sekolah menyediakan masker maupun handsanitizer. Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan kepada para siswa maupun orang tua untuk tetap menjaga pola hidup sehat.

"Sehingga ujian UAMBN tetap jalan mulai hari ini (16/3/2020) sampai hari Rabu (18/3/2020), baru kemudian libur. Untuk ujian praktik seperti olahraga diundur," jelasnya.

Meskipun dari Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan instruksi untuk diliburkan, namun pihaknya masih menunggu adanya surat dari dari Kantor Wilayah Kemenag Kota Malang.

"Karena kita instansi vertikal, ada etika birokrasi yang kita ikuti, maka kita nunggu. Namun setelah ada surat edaran dari Kanwil Kemenag Provinsi, ke Kanwil Kemenag Malang, hari ini dari pihak sekolah membuat edaran perihal hari libur yang segera kita share ke guru maupun orang tua murid," bebernya.

Dr. Sutrisno, M.Pd Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Malang menambahkan hal yang senada dengan Samsudin. Jika Kemenag Kota Malang tetap memedomani surat edaran dari Kemenag Provinsi yang memang meliburkan siswa sama seperti dengan instansi lain.

"Per hari ini sampai tanggal 29. Tapi kalau hari ini memang ada pengecualian karena memang ada ujian khusus kelas 9 selama 3 hari, setelah itu libur," terangnya.

Baca Juga : Kata Pemerintah soal Karantina Wilayah Berisiko Covid-19 Gelombang Dua: Kita Sudah Hitung

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan kepada para guru untuk tetap memberikan pelayanan pembelajaran terhadap para siswa meskipun melalui daring ketika nantinya mereka libur.

"Kalau untuk pencegahan Corona itu, tentu tetap ada. Dan saya rasa semua juga sudah atau apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi itu. Yang jelas kita anggap ini ujian dari Allah, nggak usah dipanikkan, nggak usah saling menyalahkan, ujian kan bagian dari pembelajaran," imbuhnya.

Sementara itu, Siswa MTSN 1 Malang, Raisa (15) mengaku jika ia tetap masuk ke sekolah, di tengah sekolah lain yang libur, sempat menjadi pertanyaan dari sang orangtuanya. Namun kemudian ia menjelaskan jika masuknya ia ke sekolah untuk mengikuti UAMBN.

"Ya memang sempat tanya orangtua, tapi saya bilang lagi ujian. Untuk itu ya antisipasi bawa masker sendiri. Kalau sepengetahuan saya dari sekolah belum (menyediakan masker)," beber siswa asal Pakisaji ini.

Dari pantauan wartawan di lokasi, nampak para siswa usai keluar kelas melaksanakan UAMBN berperilaku seperti biasa. Memang terlihat banyak dari para siswa tengah mengenakan masker maupun yang tak mengenakan masker. Namun meskipun begitu, tak nampak kepanikan ataupun kecemasan dari para siswa meski virus Corona saat ini tengah menjadi wabah.

Usai mengikuti ujian, para siswa nampak berangsur meninggalkan MTSN 1 Malang. Para penjemput siswa beberapa juga terlihat mengenakan masker untuk antisipasi.

"Ya kita antisipasi, makanya pakai masker. Mau gimana lagi mas kalau memang harus masuk, kan jadwalnya ujian sudah terjadwal sebelum ini, jadi ya harus masuk. Yang penting selalu lakukan antisipasi dan hidup sehat," ungkap salah satu orang tua yang menolak menyebutkan namanya