Tersangka pelaku pencurian telah diamankan beserta barang bukti oleh Unit Reskrim Polsek Tumpang. (Foto: Humas Polres Malang for MalangTimes)
Tersangka pelaku pencurian telah diamankan beserta barang bukti oleh Unit Reskrim Polsek Tumpang. (Foto: Humas Polres Malang for MalangTimes)

MALANGTIMES - Hati-hati memilih teman. Sebab, meskipun namanya teman, jika sudah ada kesempatan berbuat kriminal, akan dilakukan. 

Berbuat jahat kepada teman itulah yang dilakukan Rika Dwi Ramadani (21). Akibatnya, warga Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, itu ditangkap Unit Reskrim Polsek Tumpang pada Minggu (15/3/2020) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolsek Tumpang AKP Bambang Sidik Achmadi melalui Kanit Reskrim Polsek Tumpang Iptu Heriyani membeberkan bahwa pelaku yang bekerja sebagai baby sitter di Bali telah menggasak barang milik korban M. Wiwin Widianto (22), warga Dusun Krajan, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, saat keduanya berteduh karena hujan. 

Lebih jelas Heriyani menerangkan kronologi kejadian di Taman Buah, Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, tersebut. Saat itu pelaku, yang sudah saling kenal dengan korban, mengajak bermain dengan menggunakan sepeda motor matik milik korban bernomor polisi N-2746-HG.

Setelah sampai di lokasi, korban bertemu temannya, yaitu Wahyu. Setelah itu,  Rika dan Wahyu minum anggur merah. Setelah minuman habis, Wahyu pulang.

Saat hujan datang, Wiwin dan Rika memilih berteduh serta beristirahat. Saat itu kondisi Wiwin juga terlihat mabuk. "Korban dan pelaku berteduh di gubuk bambu, lalu korban ketiduran. Melihat korban tidur, pelaku mengambil barang milik korban," ungkap Heriyani.

Rika mencuri barang milik Wiwin dengan tujuan dijual. "Untuk dimiliki dan rencana akan dijual kalau uang habis serta untuk beli HP dan  makan minum," kata Heriyani.

Petugas Unit Reskrim Polsek Tumpang mengamankan pelaku beserta beberapa barang bukti pendukung.  Barang bukti tersebut berupa satu unit sepeda motor matik warna putih biru beserta STNK dengan nomor polisi N-2746-HG, satu vapor (rokok elektrik), satu jam tangan, satu buah ponsel warna merah, satu buah topi hitam, satu buah dompet berisi uang tunai Rp 3.500.000, dan satu lembar STNK sepeda motor manual dengan nomor polisi N-4752-EG.

Dari kejahatan yang dilakukannya, pelaku diancam dengan Pasal 362 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan ancaman paling lama lima tahun kurungan penjara.