Pimpinan dan tenaga kependidikan UIN Malang gelar zikir bersama tangkal Corona. (Foto: Humas for MalangTIMES)
Pimpinan dan tenaga kependidikan UIN Malang gelar zikir bersama tangkal Corona. (Foto: Humas for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyebaran virus Corona di Indonesia begitu cepat dan kian melebar. Saat ini setidaknya ada delapan daerah di Indonesia yang telah terjangkit virus Corona, mulai dari Jakarta hingga Manado Sulawesi Utara.

Angka kasus virus Corona sendiri dari hari ke hari terus bertambah. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah merebaknya virus ini.

Baca Juga : Update Hari Ini: Total Positif 4.557, Sembuh 380, Meninggal Dunia 399

 

Selain pencegahan secara nyata, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah mengimbau masyarakat rajin berdoa dan zikir.

Hal inilah yang juga dilakukan oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki/UIN Malang) di Perpustakaan UIN Malang, Senin (16/3/2020).

Sekitar 200 pimpinan dan tenaga kependidikan UIN Malang menggelar zikir bersama dalam rangka menolak Corona, mulai dari khatmil Quran, salawatan, istighosah.

"Ini tadi kegiatannya khataman baca Alquran mulai dari juz 1 sampai juz 30, kemudian baca shalawat, kemudian berdoa istighosah kepada Allah agar kita bangsa Indonesia dan seluruh bangsa di dunia ini selamat dari wabah ini," ujar Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg kepada MalangTIMES.

Selama ini, UIN Malang memang rutin menggelar zikir bersama setiap hari Jumat. Namun, dikatakan Prof Haris, zikir kali ini memang khusus dalam rangka mendoakan agar wabah segera reda.

Baca Juga : Ranking 5 Se-Jatim, Petugas Medis dan Dosen di Kabupaten Malang Ada yang Positif Covid-19

 

"Ini khusus. Jadi sebelum ada perintah dari pemerintah kita sudah merencanakan untuk berdoa mulai tanggal 16 sampai 21. Dan insya Allah setelah tanggal 21 isu masalah Corona ini akan reda," ucap dia.

Prof Haris menambahkan, mengikuti arahan dari kementerian, UIN Malang juga menetapkan pembelajaran daring hingga tanggal 31 Maret 2020.

"Indonesia ini kan bangsa yang religius karena Pancasila sila yang pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, di samping upaya usaha yang terkait dengan kesehatan sesuai standar tertentu, maka harus kembali kepada Allah. Allah-lah yang menentukan, Tuhan yang Maha Esa yang paling bisa menentukan," pungkasnya.