Tersangka Ihya' Ulumuddin (23) saat diamankan bersama barang bukti oleh Unit Reskrim Polsek Singosari (Foto: Polsek Singosari for MalangTIMES)
Tersangka Ihya' Ulumuddin (23) saat diamankan bersama barang bukti oleh Unit Reskrim Polsek Singosari (Foto: Polsek Singosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Narkotika golongan I jenis sabu-sabu kembali disalahgunakan oleh warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Dimana Unit Reskrim Polsek Singosari kembali meringkus pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada hari Sabtu (14/3/2020) atas nama M. Ihya' Ulumuddin (23) warga Dusun Nampes, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Kapolsek Singosari AKP Farid Fatoni melalui Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono menjelaskan kronologi penangkapan pelaku. "Pada hari Sabtu (14/3/2020) Unit Reskrim Polsek Singosari melaksanakan patroli Kring Serse sekitar pukul 11.00 WIB di wilayah Kelurahan Candirenggo, Singosari," ujar Supriyono. 

Di saat patroli, salah satu warga melaporkan bahwa terdapat sebuah tempat yang kerap digunakan untuk pesta narkoba. "Selanjutnya sekitar pukul 11.45 WIB saya beserta anggota melakukan penggerebekan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Perum Puskopad Kelurahan Candirenggo, Singosari dan mengamankan tersangka ke Polsek Singosari untuk proses lebih lanjut," terang Supriyono. 

Saat penangkapan pelaku, Unit Reskrim Polsek Singosari juga ikut mengamankan beberapa barang bukti berupa satu pocket sabu-sabu yang dibungkus dengan plastik transparan dengan berat 0,26 gram. Lima buah korek api gas, satu alat hisap sabu atau bong, dua buah pipet dengan bahan kaca, tujuh buah sedotan kecil, isolasi berwarna hitam, grenjeng rokok yang diisolasi putih, serta sebuah gunting kecil.

Menurut keterangan polisi, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari bandar besar di Kota Malang. 

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun kurungan penjara, serta denda paling sedikit 800 juta rupiah, paling banyak 8 milliar rupiah. 

Supriyono menegaskan, bahwa Polsek Singosari akan terus perang melawan narkoba. "Polsek Singosari perang melawan Narkoba, akan terus dikembangkan dan diburu terhadap jaringan narkoba, untuk mengungkap peredaran narkoba, baik terhadap pengguna/pemakai, kurir, pengedar maupun bandarnya," tegasnya.