Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pengguna e-money di Kota Malang terus mengalami peningkatan. Wali Kota Malang Sutiaji menyebut  80 persen dari total pengguna e-money secara nasional adalah dari Kota Malang. Sehingga, transaksi secara non-tunai terus digeber.

Sutiaji menyebut, transaksi non-tunai atau menggunakan e-money banyak memberi keuntungan. Selain menguntungkan masyarakat dan konsumen, juga banyak memberi dampak positif kepada Pemerintah Kota Malang.

"Jadi, akan meminimalisasi kebocoran pajak hingga retribusi pasar. Ini yang akan terus didorong untuk meningkatan transparansi," katanya.

Transaksi menggunakan e-money, baik berbentuk kartu maupun yang telah memanfaatkan smartphone, diharapkan mampu terus dimanfaatkan masyarakat. Sehingga, seluruh transaksi di Kota Malang nantinya bisa dilakukan secara non-tunai seperti yang digerakkan secara nasional. "Kalau dilihat trennya terus meningkat, kesadaran masyarakat untuk manfaatkan e-money sudah tinggi," imbuh Sutiaji.

Bukan hanya pemanfaatan untuk pembayaran retribusi dan pajak. Ke depan transaksi menggunakan e-money diharapkan bisa digunakan di pasar rakyat. Diharapkan pemanfaatan tersebut bisa menguntungkan pembeli dan penjual. "Pasar rakyat akan digerakkan secara masif dan bersama-sama," tutup Sutiaji.