Ilustrasi puisi (pixabay)
Ilustrasi puisi (pixabay)

MALANGTIMES - KITAB INGATAN 97

Ludah
*dd nana

-38
Ludah pada lidah
basah dan menyerah
dalam jelajah yang enggan
menyerah pada waktu dan entah.
Terciptalah kita yang membawa 
syahwat paling purba
dan gerimis pertama dari mata.
Kita yang manusia, kita yang melata
memelihara ludah pada lidah-lidah
memerah yang diperam dosa.
Hiduplah dan jelajahi kisah darah
yang diperam hingga bening dalam mulut
yang menggelincirkan desah
yang membuat lidah kita terus meminta.
Dan kita pun basah dan menyerah
setelah kering ludah, kering pula satu luka
entah dengan dosa.

-39
Demi darah yang menziarahi 
Serabut rumit jalur cahaya
yang menyusuri kelenjar-kelenjar tak bernama
Lahirlah ludah. yang merubah kisah 
sepasang yang dahaga untuk saling berbicara
walau pintu-pintu terkunci sudah.
Belajar pada ludah yang disembunyikan 
pada ranum bibir dan deretan gigi sempurna
bersabar menunggu kisah purba terulang.
Dalam gelap seekor ular merayap dan berbisik mesra
Segala yang terbasahi punya cerita
yang tak bisa ditunda-tunda.
Dari darah ludah mengada dan menjadi awal
kisah cinta kita.

40-
Mari bertukar ludah
dengan lidah yang lincah
agar sempurna kita menjadi manusia


*Hanya penikmat kopi lokal