Pimpinan Cabang BRIsyariah Malang, Aminuddin (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Pimpinan Cabang BRIsyariah Malang, Aminuddin (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Belum lama ini, media sosial dihebohkan dengan kabar hilangnya ijazah milik mantan karyawan BRIsyariah KC Malang Pasuruan. Kabar tersebut mencuat dan ramai diperbincangkan publik sejak awal pekan ini.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Menanggapi itu, Pimpinan Cabang BRIsyariah Malang, Aminuddin menjelaskan, kabar yang heboh diperbincangkan publik tersebut langsung ia tindaklanjuti. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengundang langsung mantan karyawan BRI Syariah Irfab Jazuli pada Jumat (13/3/2020) kemarin.

Pertemuan untuk mengklarifikasi pemberitaan yang viral itu menurutnya melibatkan dirinya langsung dengan Pimpinan Kantor Cabang Pembantu BRIsyariah Pasuruan Alfian dan Irfan Jazuli sendiri sebagai mantan karyawan BRIsyariah KC Malang Pasuruan.

“Dalam pertemuan tersebut, saudara Irfan Jazuli menyebutkan  bahwa ia sadar sepenuhnya ijazah miliknya tidak dihilangkan oleh BRIsyariah seperti yang diberitakan. Yang bersangkutan tidak pernah menyerahkan ijazahnya kepada BRIsyariah. Unggahan istri saudara Irfan Jazuli di media sosial Facebook dilatarbelakangi kesalahpahaman," kata Aminuddin pada MalangTIMES, Sabtu (14/3/2020).

Lebih jauh pria kelahiran Kota Mataram itu menjelaskan, pada bulan Oktober 2016, BRIsyariah Malang melakukan rekrutmen karyawan. Saat itu ada dua kandidat yang sudah lolos tes dan dilakukan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

Salah satu yang lolos dan melakukan Perjanjian Kerja Antar Waktu Tertentu adalah Irfan Jazuli. Saat itu untuk mengisi posisi Account Officer Micro di KCP Pasuruan Sudirman.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

"Setelah dilakukan penandatanganan perjanjian PKWT, kemudian dilakukan penyimpanan dokumen oleh petugas back office. Namun saudara Irfan Jazuli belum menyerahkan ijazahnya. Sehingga tidak memiliki bukti serah terima ijazah dengan BRIsyariah. Sehingga di file kepegawaian yang bersangkutan tidak ditemukan ijazah maupun bukti serah terima ijazah dengan BRIsyariah," terang Aminuddin.

Aminuddin juga menjelaskan, setelah dilakukam pertemuan tersebut, permasalahan kini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Sudah clear, ijazah saudata Irfan Jazuli tidak pernah diserahkan kepada BRIsyariah," pungkasnya.