Tersangka Suliman saat diringkus polisi karena terbukti melancarkan aksi pencurian di kawasan Perhutani. (Foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Tersangka Suliman saat diringkus polisi karena terbukti melancarkan aksi pencurian di kawasan Perhutani. (Foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus pencurian kayu milik Perhutani kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Kali ini giliran Polsek Gedangan yang berhasil mengamankan seorang tersangka, Jumat (13/3/2020) tengah malam.

Pelaku dengan nama Suliman warga Dusun Sumberbanteng, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, diringkus polisi karena terbukti mengangkut kayu hasil curian di lahan milik Perhutani.

”Tersangka kedapatan mengangkut 21 batang kayu glondongan dari kawasan hutan petak 90 D, yang terletak di Dusun Sumberlele, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang,” terang Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Nining Husumawati, Sabtu (14/3/2020).

Berdasarkan laporan kepolisian, puluhan kayu yang diangkut ke dalam bak truk tersebut, diduga kuat merupakan tanaman tahun 1999 yang ada di kawasan hutan jati, RPH Bantur, BKPH Sumbermanjing, KPH Malang.

”Guna mengelabuhi polisi, kayu glondongan hasil curian itu dipotong dengan ukuran panjang antara 90 hingga 260 sentimeter, dengan volume 0,950 M3,” jelas anggota polisi yang akrab disapa Nining ini.

Dijelaskan Nining, terungkapnya kasus pencurian kayu ini bermula dari laporan warga setempat jika di wilayah Kecamatan Gedangan marak terjadi pembalakan liar.

Berawal dari laporan inilah, petugas gabungan dari Polsek Gedangan dan Dinas Perhutani melakukan penyelidikan. Hasilnya, Jumat (13/3/2020) malam, sekitar pukul 21.00 WIB petugas gabungan mendapatkan keterangan jika seorang pelaku sedang melakukan pembalakan liar, di hutan petak 90 D yang terletak di kawasan hutan jati, RPH Bantur, BKPH Sumbermanjing, KPH Malang.

Setelah memastikan jika pelaku hendak membawa kabur kayu hasil curian, petugas kepolisian dan Perhutani bergegas melakukan penyergapan di Jalan Raya Dusun Sumbergesing Wetan, Desa/Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Sekitar 2,5 jam kemudian, truk yang diduga mengangkut kayu hasil curian itu nampak melintasi lokasi pencegatan. Di saat bersamaan, petugas gabungan langsung menghadang truk nopol N-9989-EA yang dikemudikan oleh pelaku Suliman tersebut.

”Ketika kami geledah, tersangka kedapatan mengangkut kayu jati dan tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan dan izin resmi penebangan pohon di kawasan Perhutani,” ungkap Nining.

Lantaran tertangkap tangan, tersangka Suliman akhirnya hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke kantor Mapolsek Gedangan. ”Akibat aksi pencurian ini, pihak Perhutani mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 4,25 juta,” ujar Nining.

Guna kepentingan penyidikan, polisi juga menyita barang bukti berupa 21 glondong kayu jati, dan satu unit truk yang digunakan untuk sarana pencurian oleh pria 36 tahun tersebut.

”Terhadap tersangka kami jerat pasal 83 ayat 1 huruf B juncto pasal 12 huruf E Undang-Undang nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” tutup Nining.

Pihak kepolisian kini juga masih terus melakukan proses penyidikan dan pengembangan atas kasus tersebut.