Tersangka Minarno Adi Saputra saat diamankan polisi karena kasus peredaran narkoba (Foto : Polsek Tirtoyudo for MalangTIMES)
Tersangka Minarno Adi Saputra saat diamankan polisi karena kasus peredaran narkoba (Foto : Polsek Tirtoyudo for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Upaya pengembangan kasus jaringan narkoba yang dilakukan anggota Polsek Tirtoyudo akhirnya membuahkan hasil. Pelakunya bernama Minarno Adi Saputra, 36, warga Dusun Krajan, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. 

”Tersangka Minarno ini merupakan hasil pengembangan dari pelaku lain yang sebelumnya sudah kami amankan, kasusnya saat ini masih dalam tahap pengembangan,” kata Kapolsek Tirtoyudo, AKP Lukman Hudin, Jumat (13/3/2020).

Adalah Feri Sugiantoro,20, warga Dusun/Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang yang kali pertama diringkus polisi, Rabu (11/3/2020). Ketika diamankan petugas mendapati sepoket sabu seberat 0,16 gram dari tangan tersangka.

Dalam proses penyidikan, pria 26 tahun itu mengaku jika mendapatkan pasokan sabu dari pelaku Minarno. Berawal dari pengakuan itulah, polisi akhirnya melakukan pengembangan dan berhasil meringkus pria 20 tahun tersebut.

”Tersangka Minarno kami amankan saat yang bersangkutan berada di sebuah bengkel yang berlokasi di kawasan Pasar Ampelgading,” sambung Lukman.

Selain meringkus pelakunya, barang bukti yang meliputi satu unit HP (Handphone), uang hasil penjualan narkoba senilai Rp 1.150.000, serta dua poket sabu yang memiliki berat masing-masing 0,41 gram dan 0,27 gram juga disita petugas guna kepentingan penyidikan.

”Terhadap tersangka kami jerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tegas Kapolsek Tirtoyudo dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Dalam proses penyidikan, tersangka Minarno mengakui perbuatannya yang memasok sabu kepada pelaku Feri yang sebelumnya diringkus polisi. Di hadapan petugas, remaja yang masih berstatus pelajar ini mengaku membeli sabu dari seorang temannya yang tinggal di Kota Malang.

”Identitas pemasok sudah kami kantongi, petugas sudah dikerahkan untuk melakukan pengembangan,” tutup Lukman.