Ikuti Instruksi Pusat, Puskesmas di Kota Malang Siap Jadi Penanganan Pertama Suspect Corona

Mar 13, 2020 16:34
Seorang pengunjung puskesmas saat memakai cairan anti septik di Puskesmas Kedungkandang, Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Seorang pengunjung puskesmas saat memakai cairan anti septik di Puskesmas Kedungkandang, Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menyeruaknya penyebaran virus Corona atau Covid-19, menjadikan setiap negara siaga. Kewaspadaan itu salah satunya dengan menyiapkan berbagai proses pencegahan.

Pemerintah pusat terus mendorong sejumlah instalansi layanan kesehatan untuk menangani pasien pengawasan atau menjadi suspect virus Corona.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Saat di Kota Malang beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy telah melihat kesiapan sejumlah rumah sakit swasta dan puskesmas sebagai tempat awal penerimaan pasien.

Karenanya, ia meminta puskesmas, sejumlah fasilitas kesehatan pertama, dan rumah sakit tingkat pratama bisa dijadikan tempat penanganan pertama sekaligus stabilisasi terkait pasien yang terindikasi menderita virus Corona.

Terkait anjuran itu, salah satu puskesmas di Kota Malang mengaku siap menjalankan instruksi pemerintah pusat. Seperti Puskesmas Kedungkandang, yang siap memberikan tempat stabilisasi dan pelayanan pertama pada fasilitas kesehatan bagi pasien suspect Corona.

Kepala Puskesmas Kedungkandang dr. Dewi Kurniati menyatakan setiap petugas kesehatan telah siap bilamana ada pasien yang terduga terinfeksi virus Corona memeriksakan diri ke puskesmas. Pihaknya juga memastikan peralatan untuk pencegahan penyebaran virus tersebut telah lengkap.

"Kita masker lengkap, kemudian sarung tangan, alat cuci tangan, handsanitizer ada, sudah semua dan lengkap. Termasuk APD (alat pelindung diri) bagi petugas kesehatan," ujarnya.

Pantauan MalangTIMES, di area lingkungan puskesmas ini juga telah ada cairan antiseptik di beberapa titik yang siap pakai. Mulai pintu masuk, ruang tunggu, loket, dan di setiap meja di ruang pemeriksaan medis puskesmas.

Kemudian, wastafel untuk melakukan cuci tangan lengkap dengan sabun. Para petugas medis yang berhubungan langsung dengan pasien selalu mengenakan masker.

Baca Juga : Ranking 5 Se-Jatim, Petugas Medis dan Dosen di Kabupaten Malang Ada yang Positif Covid-19

Selain menyediakan fasilitas kesehatan, petugas puskesmas juga rutin melakukan sosialisasi ke lintas sektor. Yaitu, berkaitan dengan pencegahan virus Corona dengan selalu menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Teman-teman (petugas medis) sudah sosialisasi ke lintas sektor, bagaimana pencegahan agar tidak terkena virus Corona. Mulai penerapan PHBS, cuci tangan enam langkah, menghindari kontak dengan wajah, dan menggunakan masker bagi yang sakit," imbuhnya.

Disamping itu, antisipasi pasien dengan gejala mirip virus Corona juga dilakukan. Yakni, ketika ada pasien dengan gejala demam, batuk, pilek, dan sesak yang tidak wajar. Kemudian juga melakukan pendataan bagi warga yang dinaungi Puskesmas Kedungkandang jika ada yang baru pulang dari luar negeri.

"Apalagi kalau sebelumnya pasien tidak ada riwayat sesak itu kita antisipasi. Beberapa waktu lalu ada pasien yang baru pulang dari luar negeri, kita datangi dan kita screening juga. Sejauh ini hasilnya negatif," tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyebut ada empat rumah sakit rujukan di Kota Malang yang juga disiapkan untuk menangani pasien suspect Corona. Yakni, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), RS Lavalette, RST Supraoen, dan RS Mardi Waluya Sawahan.

"Empat rumah sakit itu ditunjuk karena memiliki sarana prasarana yang memadai untuk penanganan pasien suspect Corona. Salah satunya punya ruang isolasi yang terpisah dengan pasien lainnya," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif.

Topik
MalangBerita Malangberita malang hari iniPuskesmas di Kota MalangPenanganan Pertama Suspect CoronaVirus CoronaMenteri Koordinator Pembangunan Manusia dan KebudayaanMuhadjir EffendyPuskesmas Kedungkandang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru