Tersangka Juanda Yudi (kanan, baju tahanan oranye) saat diamankan polisi karena melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan mobil (Foto : Polsek Wonosari for MalangTIMES)
Tersangka Juanda Yudi (kanan, baju tahanan oranye) saat diamankan polisi karena melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan mobil (Foto : Polsek Wonosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hobi bermain judi membuat Juanda Yudi warga Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung ini harus mendekam dibalik jeruji tahanan Mapolsek Wonosari, Kabupaten Malang. Pasalnya, demi memenuhi kebiasaan buruknya tersebut, pria 51 tahun ini nekat melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

”Barang bukti yang digelapkan oleh tersangka adalah satu unit mobil. Kasusnya sampai saat ini masih dalam proses penyidikan,” kata Kapolsek Wonosari, AKP Edi Purnama, Jumat (13/3/2020).

Berdasarkan laporan kepolisian, aksi penipuan dan penggelapan mobil ini terjadi pada 23 Februari 2020 lalu. Sedangkan korbannya bernama Supi’i warga Dusun Bumirejo, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

”Antara tersangka dan korban ini sebenarnya sudah saling kenal, keduanya sudah berteman sejak lama,” jelas anggota polisi yang akrab disapa Edi ini.

Ceritanya, Minggu (23/2/2020) lalu, tersangka mendatangi rumah korban yang ada di Dusun Bumirejo, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Maksud kedatangan tersangka adalah untuk menyewa mobil milik korban.

Mobil yang hendak dipinjam tersebut adalah Avansa nopol N-1024-FB. Kepada korban, tersangka mengaku hendak menyewanya selama dua hari. ”Berdasarkan keterangan korban, mobil yang dipinjam itu disewa dengan harga per hari Rp 250 ribu,” ungkap Edi.

Lantaran sudah saling kenal, korban langsung mengiyakan permintaan tersangka. Namun, hingga jatuh tempo masa sewa berakhir. Mobil milik korban tak kunjung dikembalikan.

Seminggu kemudian, korban berinisiatif untuk mendatangi tempat tinggal tersangka yang beralamat di Dusun Bumirejo, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Setibanya di tempat domisili tersangka, Supi’i menyuruh temannya tersebut untuk segera mengembalikan mobil karena sudah habis masa tempo penyewaannya.

Namun ketika ditagih, tersangka berdalih jika mobil yang dia sewa masih digunakan untuk keperluan sehari-hari. Padahal saat diminta untuk mengembalikannya, mobil milik Supi’i tidak ada di rumah tersangka.

Merasa telah ditipu, kejadian inipun akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Kepada petugas Mapolsek Wonosari, pria 60 tahun itu mengaku jika dirinya menjadi korban penipuan dan penggelapan mobil.

”Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 90 juta,” sambung perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Mendapat laporan, petugas kepolisian dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, Rabu (11/3/2020) polisi yang mendapat informasi keberadaan pelaku langsung bertindak mengamankannya.

”Tersangka kami ringkus dengan tanpa perlawanan, saat yang bersangkutan berada di warung yang terletak di kawasan Kecamatan Wonosari,” ujar Edi.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Ipda Yoni Pribadi, menuturkan jika dari hasil penyidikan sementara, tersangka mengaku jika mobil yang disewa dari korban telah digadaikan. ”Mobilnya digadaikan seharga Rp 10 juta, uang hasil pegadaian itu digunakan untuk main judi,” terang Yoni.

Mendapat keterangan tersebut, polisi bergegas menelusuri keberadaan mobil yang telah digadaikan oleh tersangka. Guna kepentingan penyidikan, mobil beserta surat kendaraan milik korban disita petugas sebagai barang bukti kejahatan.

”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 378 juncto pasal 372 KUHP, tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan,” tutup Yoni.