Mahasiswa Unikama mengikuti Pelatihan Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking. (Foto: Mamat for MalangTIMES)
Mahasiswa Unikama mengikuti Pelatihan Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking. (Foto: Mamat for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tradisi belajar mengajar di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) selama ini tidak pernah menempatkan mahasiswa sebagai penerima pasif ilmu pengetahuan yang disiapkan dosen. 

Mahasiswa Unikama selalu dibiasakan untuk berpikir kritis. 

Baca Juga : Ungkapan Mahasiswa Asing UIN Malang yang Terisolasi di Kampus

Dengan pemikiran kritis ini, akan lahir beragam inovasi hingga akhirnya mereka mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan global dalam revolusi industri 4.0.

Unikama memandang tradisi kritis sangat penting dan harus dikembangkan. 

Maka dari itu, Pusat Konseling dan Testing Unikama mengadakan Pelatihan Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking di Aula Sarwakitri Unikama, Kamis (12/3/2020).

Sebanyak 200 mahasiswa Unikama dari perwakilan masing-masing Prodi (Program Studi) mengikuti pelatihan tersebut.

Manager HRD dan Trainer Aster Group Nur Dhiny Dewantara dihadirkan sebagai pembicara.

Ketua Pusat Konseling dan Testing Unikama Eva Kartika Wulan Sari menyatakan, dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa bisa memilah masalah dan lebih terbuka pikirannya.

"Goal kita, mereka bisa jadi problem solver dari masalah yang dihadapi. Termasuk problem solver dari masalah yang dihadapi kawannya," ujar Eva.

Ia menambahkan, mahasiswa tersebut nanti diharapkan juga bisa jadi agen penular energi positif. 

Mereka punya misi menularkan energi positif ke mahasiswa lain. 

Apalagi kepada mahasiswa yang sedang dirundung masalah.

"Diharapkan, mahasiswa bisa makin peduli sesamanya usai ikuti acara," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unikama Dr Sudi Dul Aji MSi mengatakan, mahasiswa Unikama memang diharuskan punya kemampuan berpikir kritis.

Baca Juga : Masih Siaga Covid-19, UB Mudahkan Proses Daftar Ulang Mahasiswa Baru

"Critical Thinking atau berpikir kritis ini akan bisa berguna tidak hanya saat mahasiswa kuliah saja, tapi manfaatnya akan terasa saat mereka sudah bekerja nanti," ucap dia.

Acara semacam ini jadi acara rutinan
Unit Pusat Konseling dan Testing Unikama.

Mereka rutin untuk memberi pelatihan terkait soft skill. 

Minimal, satu tahun 3 kali kegiatan dan tiap tahun selalu mengangkat tema yang berbeda.