Sosialisasi merdeka belajar kampus merdeka dan regulasi baru tentang jabatan akademik dosen, PO-PAK 2019, dan Implementasinya. (Foto: Mamat for MalangTIMES)
Sosialisasi merdeka belajar kampus merdeka dan regulasi baru tentang jabatan akademik dosen, PO-PAK 2019, dan Implementasinya. (Foto: Mamat for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus mempersiapkan dan merancang segala sesuatu untuk mewujudkan konsep kampus merdeka yang dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim.

Bagi Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian MSi, esensi kampus merdeka adalah mendorong agar pembelajaran lebih otonom, fleksibel, dan inovatif. "Esensinya itu, kan ingin mendorong dunia kampus agar pembelajaran lebih otonom, lebih fleksibel, dan lebih inovatif dengan pilihan-pilihan pembelajaran yang ditawarkan kepada mahasiswa sehingga konsep kebebasan atau merdeka belajar itu mengena," ucap dia.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Untuk itu, dengan diterapkannya kampus merdeka, mahasiswa bisa bebas memilih pembelajaran yang diinginkan. Dan, dalam mewujudkan konsep Nadiem itu, Unikama terus melakukan persiapan yang matang.

Seperti yang diketahui, konsep kampus merdeka ini dicanangkan Nadiem akhir tahun 2019. Kemudian diikuti dengan dikeluarkannya 5 Permendikbud untuk mewujudkan atau mendukung kebijakan itu awal tahun 2020. "Sehingga bagi dunia kampus, termasuk Universitas Kanjuruhan, ya tentunya kami perlu mempersiapkan," ucap Pieter.

Unikama sendiri sebelumnya sudah mengumpulkan para guru besar, dekan, serta ketua-ketua lembaga untuk mendiskusikan hal itu. "Brainstorming dan meminta masukan bagaimana merumuskan kebijakan internal dalam rangka mengimplementasikan konsep kampus merdeka ini. Soalnya, itu ada kaitannya dengan banyak hal. Mungkin akan ada penyesuaian penyesuaian di dalam kurikulum. Kemudian mungkin ada perencanaan-perencanaan program," ungkap Pieter.

Apalagi, seperti yang diketahui, dalam konsep kampus merdeka, mahasiswa dapat mengambil SKS  (sistem kredit semester) di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester (setara dengan 40 SKS) dan dapat mengambil SKS di prodi yang berbeda (lintas jurusan) di perguruan tinggi yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20 SKS).

"Berarti kan kami perlu menyusunnya. Sambil kami coba juga berdialog dan berdiskusi dengan berbagai kampus yang lain supaya  ada kesamaan pandangan dalam menyikapi kebijakan Pak Menteri," ucap dia.

Unikama juga mengadakan acara Sosialisasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Regulasi Baru tentang Jabatan Akademik Dosen, PO-PAK 2019, dan Implementasinya. Kegiatan itu berlangsung di Auditorium Multikultural, Kamis (12/3/2020).

Wakil Rektor I Dr Sudi Dul Aji MSi menyampaikan, pembahasan soal kampus merdeka ini sudah dilakukan oleh tim kecil Unikama. "Kami sudah bahas di tim kecil. Maka dari itu, saat ini kami mendengarkan dari sisi kebijakan LL Dikti. Kemudian kami akan merevitalisasi kurikulum kami," papar dia.

Baca Juga : Ungkapan Mahasiswa Asing UIN Malang yang Terisolasi di Kampus

Sesuai dengan kebijakan kampus merdeka, maka mahasiswa Unikama nantinya bebas mengambil pembelajaran lain yang diminatinya meski melenceng dari prodinya. "Dia mau minta apa. Katakanlah mahasiswa pendidikan matematika suatu saat ingin ke jurnalistik, dia boleh mengambil prodi bahasa. Dia ingin menulis, boleh ke media industri. Dia magang di situ. Walaupun dari pendidikan matematika, tidak masalah. Memang boleh tergantung peminatan mereka," bebernya.

Maka dari itu, untuk melancarkan program ini, Unikama akan memperbanyak kerja sama dengan industri. "Jadi, yang sudah kami siapkan adalah bagaimana bekerja sama dengan dunia industri. Karena walaupun pemerintah sudah menyiapkan ada MoU dengan BUMN, tapi kan tidak cukup," kata Sudi.

Dari pihak Unikama pun nantinya juga akan menjalin kerja sama dengan industri lain untuk memfasilitasi mahasiswa di dua semester tersebut.