Ilustrasi puisi (pixabay)
Ilustrasi puisi (pixabay)

MALANGTIMES - Solilokui 

*dd nana

"Dadamu belum tercipta, luka telah dijatuhkan"

34-

Tak ada yang tegak sempurna

bahkan untuk cinta yang dicipta

dari akar pohon pertama yang dijalin

dari tetulang segala yang pernah bernyawa.

"Kesempurnaan bukan untuk kalian yang berdaging. Kesejatian itu pagi yang diakrabi uap kopi. Yang bertasbih dan takbir dengan segala nyeri,".

Maka, yang melata pernah punya kuasa

dengan mendaraskan segala mantra 

untuk masuk pada dada yang berdegup

yang terjaga untuk awal mula kau dicipta.

Apa yang kubawa adalah titah untuk dihembuskan

pada setiap yang dianggap tertutup

padahal tak ada yang bisa tegak sempurna dan terjaga.

Pada luka yang dilahirkan lebih purba

lebih tegak sempurna.

Percayalah, tak ada yang lebih tabah pada nyeri

yang jatuh saat tak ada dada yang diciptakan

untuk sandaran luka.

Maka, percayalah yang melata yang akan berkuasa

serupa cerita-cerita purba untuk menyiarkan luka.

-35

Carilah dada yang pernah dicipta

Tuhanmu. Agar peristiwa bisa kau lukis

dalam warna-warna pastel

dan air mata tak terlalu berat untuk diusung usia.

Percayalah, luka lebih purba

dari segala yang kau anggap pertama.

36-
Sialan, tubuhku jatuh

sebelum dadamu tercipta

dan luka terlalu lincah digenggam waktu.

Hujan pun tiba-tiba datang

Menyamarkan air mata

Tapi tak dengan ngilu nyeri luka.

-37
Karena pada dadamu

muara paling tenang dan hangat itu

Tak tegak sempurna ku sempurna

dengan segala catatan luka di sekujur 
raga.

*hanya penikmat kopi lokal