Salah satu sekolah SDN Tulungrejo 3 di Desa Sumber Brantas.
Salah satu sekolah SDN Tulungrejo 3 di Desa Sumber Brantas.

MALANGTIMES - Rencana pembangunan SD Sumber Brantas di Kecamatan Bumiaji terhambat. Terhambatnya pembangunan itu lantaran masalah administrasi.

Permasalahan administrasi itu terletak pada sertifikat tanah hibah. Bahwa sertifikat tanah hibah itu masih jadi satu kepemilikan.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

“Masalahnya masih jadi satu sertifikatnya dengan tanah pemiliknya. Karena itu saya meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Batu agar bisa diselesaikan,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Untuk mempermudah masalah itu, Dewanti menginstruksikan agar Dinas Pendidikan Kota Batu menyelesaikan masalah tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih menambahkan, hingga saat ini tanah yang akan digunakan untuk berdirinya SDN Sumber Brantas memang belum diberikan kepada Pemkot Batu. Lantaran sertifikat tanah milik Misto masih berada di Bank.

“Sertifikat ini dimasukkan ke bank sebagai jaminan kredit. Jadi kami masih menunggu sertifikat itu keluar dulu,” ucap Eny.

Sedangkan lahan tanah tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar. Tanah itu luasnya 2.400 meter persegi.

“Jika permasalahan ini selesai tahun 2020, otomatis bisa langsung dibangun,” jelasnya.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Menurutnya di Desa Sumber Brantas saat ini masih terdapat satu SD Negeri. Yakni SD Negeri Tulungrejo.

Dengan pemerataan sekolah di setiap desa/kelurahan itu akan membantu masyarakat di sana. Sebab bagi wali murid tidak perlu mendaftarkan anaknya jauh-jauh dari desanya.

“Kami ingin supaya orang tua tidak perlu jauh-jauh mendaftarkan anaknya di luar desanya. Apalagi jarak dari Desa Sumber Brantas ke desa lainnya bisa dikatakan cukup jauh,” tutup Eny.